Mengapa saya lebih suka menggunakan “Passover” daripada “Easter”?

Awalnya ini hanyalah kebiasaan saya saja. Alkitab berbahasa Inggris pertama yang saya beli adalah Contemporary English Version. Dan di sana untuk pertama kalinya saya menemukan kata Passover sebagai padananan kata Paskah. Sejak itu saya menggunakan kata ini dan bukannya Easter.

Passover berasal dari kata pesach (=Ibrani) yang berarti dilewati; dilalui; dikecualikan; dibebaskan). Sebagaimana kita ketahui bersama, ini mengacu kepada saat TUHAN “melewati” rumah-rumah orang Israel yang dibubuhi tanda.

Nah, saya akan jujur bahwa sampai beberapa hari yang lalu saya belum tahu bagaimana dan darimana istilah Easter berasal. Maka saya sampai sekarang pun masih bertanya-tanya apa makna ilahi dari telur Paskah.

[blackbirdpie id=”188852250108637184″]

Setelah googling, akhirnya ketemu bahwa Easter itu merupakan salah satu perayaan agama-agama penyembahan berhala yang kemudian diadopsi oleh kekristenan. Maka biasanya Passover ditujukan untuk Paskah Yudaisme, dan Easter mengacu kepada Paskah Kristen. Kira-kira seperti itulah.

Ada banyak versi perayaan Easter ini, ada yang mengatakan perayaan untuk menghormati dewi kesuburan Estara, Oestre, Eastre, Ostara, atau banyak nama lain. Ada juga yang menyatakan bahwa Easter merupakan sebuah perayaan bagi Tammuz, seorang pemburu, yang mati terbunuh oleh babi hutan, dan setelah tiga hari, hidup kembali dan menjadi “dewa matahari”. Rasanya begitu familiar ya dengan kisah ini. Silakan googling saja dan Anda akan menemukan banyak informasi di sana.

Begitu juga dengan cerita tentang telur dan kelinci Paskah sebenarnya mengacu kepada perayaan-perayaan ini sebagai perlambang kesuburan dan kehidupan. Dan masih banyak kisah lainnya, termasuk bagaimana dewi Ostara yang dilahirkan dari telur, dan kembali ke langit dengan dikawal kelinci yang membawa telur coklat.

Begini, saya tidak mengatakan menggunakan kata Easter adalah salah, silakan saja. Mengapa saya lebih senang menggunakan kata Passover adalah karena saya rasa ini lebih menjelaskan apa yang dikerjakan Tuhan Yesus bagi kita.

Ketika Adam yang pertama gagal menjadi “corpus delicti”, Kristus Yesus sebagai Adam yang terakhir “melewati” (=pesach = passover) batas ini dan dalam ketaatan-Nya sebagai Anak membawa kemenangan atas iblis. Itulah alasan mengapa saya lebih pas mengucapkan “happy passover” ketimbang “happy easter”.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

2 thoughts on “Mengapa saya lebih suka menggunakan “Passover” daripada “Easter”?

  1. julie gwee

    Suka banget baca tulisan tentang Paskah ini. Ijin share ya, karena waktu Paskah barusan saya & teman juga ngobrol tentang istilah “Paskah”. Oh ya, jadi untuk Paskah berikutnya apa kita mulai memberi selamat dengan ucapan Selamat Paskah dan bahasa Inggrisnya; Happy Passover!??

    Reply
    1. martianuswb Post author

      Silakan ibu untuk dibagikan. Tidak harus diganti Happy Passover, ini kan bukan hukum Alkitab, ibu 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.