One with them: latar belakang dan tujuan

Saya merasa perlu menulis ini supaya tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kekristenan dan kampanye “One With Them” yang sedang saya lakukan bersama dengan Open Doors dan ribuan gereja lain di muka bumi ini.

Penganiayaan terhadap gereja (baca: orang Kristen) di muka bumi ini adalah fakta yang tidak terbantahkan sejak masa gereja mula-mula di abad-abad awal hingga sekarang ini. Penganiayaan ini dilakukan baik oleh pemerintah (kerajaan/negara) secara sistematis ataupun oleh kelompok-kelompok tertentu dan bahkan oleh perorangan.

Tetapi ingat bahwa siapapun yang melakukan penganiayaan terhadap gereja, hal iti tidak pernah menjadikan mereka sebagai musuh orang Kristen. Yang perlu ditunjukkan kepada semua orang adalah di dalam kekristenan tidak ada yang namanya “perang suci” atau semacam konsep jihad. Kalau ada yang mengatasnamakan kekristenan atau Alkitab untuk melancarkan sebuah perang suci, itu adalah SALAH BESAR!

Kampanye One With Them adalah sebuah gerakan solidaritas gereja-gereja di muka bumi terhadap orang Kristen yang mengalami aniaya di dalam doa, sekali lagi saya tekankan DI DALAM DOA! Gerakan ini tidak pernah ditujukan untuk membangkitkan kebencian kepada pemerintah negara tertentu, ataupun kelompok agama tertentu.

Alkitab mengajarkan bahwa sekalipun orang Kristen dianiaya, tidak diizinkan untuk melawan ataupun membalas dendam, hanya boleh mengampuni dan memberkati. Kalau Anda berkenan melihat situs One With Them atau Open Doors, akan kita temui bahwa tidak ada satupun di antara orang-orang Kristen yang menganiaya ini melawan para penganiayanya.

Kalau saya menerjemahkan dan menuliskan kisah-kisah penganiayaan orang Kristen di banyak daerah, saya menunjukkan fakta dan sumber beritanya, tanpa ada kebencian sedikitpun kepada para penganiaya itu. Hal yang sama, saya harapkan kepada Anda para pembaca blog saya ini, jangan pernah membenci mereka yang menganiaya, bahkan hingga membunuh orang-orang Kristen, berdoa supaya mereka bertobat, dan berdoa supaya gereja yang mengalami penganiayaan diberi kekuatan oleh Roh Kudus.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.