Membayar harga untuk mengerjakan keselamatan

“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar …” (Filipi 2:12)

Mengapa harus mengerjakan keselamatan? Bukankah karya Tuhan Yesus sudah menganugerahkan keselamatan kepada kita? Bukankah tidak ada satu pun usaha manusia, kebaikan, maupun moral yang bisa mendatangkan keselamatan? Benar, bahwa Tuhan Yesus menyediakan keselamatan kepada kita semua, tetapi keselamatan yang kita terima itu harus terus dikerjakan hingga kita sampai ke sorga.

Ketika Paulus menasihatkan untuk mengerjakan keselamatan, dia menggunakan kata “katergazomai” yang berarti menyelesaikan atau menyempurnakan. Ini bukan berarti bahwa karya Kristus di kayu salib belum sempurna atau belum selesai; karya-Nya sudah selesai dan sempurna. Paulus sedang mengatakan bahwa keselamatan yang kita terima itu masih harus diselesaikan dalam hidup kita di bumi.

Yohanes 1:12 menuliskan demikian “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”. Kata kuasa menggunakan “eksousia” yang berarti “hak”; maka waktu kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tidak secara otomatis kita menjadi anak-anak Allah. Yang disebut hak adalah sesuatu yang layak kita terima, tetapi sesungguhnya belumlah kita terima. Keselamatan yang dikerjakan Yesus membuat kita mempunyai hak untuk menjadi keturunan-keturunan Allah

Jangan pernah berpikir bahwa perjalanan kekristenan itu adalah perjalanan yang mudah. Kristus sendiri menyatakan bahwa kekristenan adalah memikul salib dan penyangkalan diri. Jelas ada harga yang harus dibayar saat kita memutuskan menjadi murid-murid Kristus. Di dalam Lukas 14:28-33, Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang-orang Kristen yang tidak mau membayar harga dalam kekristenannya hanya akan dipermalukan oleh dunia dan menderita kekalahan tanpa sedikit pun kemenangan.

Berubahlah dari paradigma yang mengatakan bahwa kekristenan itu menjamin berkat. Berhentilah menjadi Kristen jika yang kita kejar hanyalah berkat-berkat duniawi. Perjuangan menjadi murid-murid Kristus yang sejati tidaklah gampang, tetapi berkat yang akan kita terima jauh lebih besar dari berkat-berkat duniawi, kita akan dipermuliakan bersama dengan Kristus saat bumi yang baru dan langit yang baru itu dinyatakan.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.