A man after God’s own heart

[id]Allah menyebut Daud sebagai “orang yang berkenan di hati-Ku” (Kisah Para Rasul 13:22). Ia tidak menyebut orang lain dengan sebutan itu. Ia menyebut Paulus sebagai rasul, Yohanes sebagai orang yang dikasihi-Nya, tetapi mereka tidak disebut sebagai orang yang berkenan di hati-Nya.

Orang dapat membaca kisah Daud dan bertanya-tanya apakah yang Allah lihat di dalam dirinya. Daud jatuh sesering ia berdiri, tersandung sesering ia mengalakan lawan.

Orang yang berkenan di hati Allah? Kenyataan bahwa Allah memandang Daud seperti itu memberikan harapan kepada kita semua. Hidup Daud kurang mencerminkan hidup orang suci yang tak berdosa.

Pada saat-saat terbaik Daud, tak ada yang melebihinya. Pada saat-saat terburuknya, adakah orang yang lebih buruk darinya? Hati yang dikasihi Allah adalah hati yang tidak mulus. [/id]

[en]”A man after My own heart” (Acts 13:22), that was David called by God. He didn’t call the others with that name. God called Paul as a prophet, John as a man whom He loved, but they never called as a man after His own heart.

People can read David story and ask what God saw in him. David fell as often as he stood up, lost as often as won.

A man of God’s own heart? Fact that God saw David like that give us a hope. David was not a perfect man, he was not sinless.

In his best times, no one could exceed David. But in his worst time, were there any man worse than him. A heart after God’s own heart is the heart that is not smooth.[/en]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.