Rekan kerja selingkuh, apa yang musti dilakukan?

Rekan kerja sekantor rupanya selingkuh, apa yang harus dikerjakan?

Laporkan saja ke atasan, mudah toh.

Lha, kalau selingkuhnya dengan atasan, apa tidak pusing kepala. Apalagi kita kenal dekat dengan pasangan mereka. Katakanlah pasangan mereka akhirnya tahu, apakah kita masih bisa berkawan dekat?

Ya sudah, nasihati saja!

Tidak tahu apa kalau sudah cinta itu hilang rasionalitas kita.

==========

Nah, kalau Anda mengalami hal semacam itu. Saya punya beberapa saran. Kali ini sarannya sangat ilmiah, bahasa kerennya sayentifik. Di pelajaran IPA ada yang disebut langkah-langkah metode ilmiah:

  1. Menemukan masalah dan merumuskan masalah.
  2. Mengumpulkan keterangan untuk memecahkan masalah.
  3. Menyusun dugaan atau hipotesa untuk memperoleh jawaban sementara.
  4. Menguji dugaan dengan mengadakan percobaan atau eksperimen.
  5. Menarik kesimpulan.
  6. Menguji kesimpulan dengan mengulang percobaan.

Nah, dengan metode ilmiah ini kita akan bahas bagaimana yang harus dilakukan saat ada rekan kerja yang selingkuh?

Menemukan masalah dan merumuskan masalah

Pastikan rekan kerja yang selingkuh itu apakah menjadi masalah atau tidak. Ajukan beberapa pertanyaan semacam ini:

  • Apakah karena perselingkuhan mereka suasana kerja jadi tidak nyaman?
  • Apakah karena perselingkuhan mereka produktivitas kerja menurun?
  • Apakah karena perselingkuhan mereka upah Anda diturunkan?
  • Apakah karena perselingkuhan mereka ada pekerja lain yang dipecat?
  • Apakah perselingkuhan mereka menjadi masalah bagi Anda?

Kalau ternyata perselingkuhan mereka tidak mendatangkan masalah …. ya sudah berhenti saja di sini.

Mengumpulkan keterangan untuk memecahkan masalah

Perselingkuhan di tempat kerja selalu diikuti dengan rumor dan bisik-bisik. Saya sih tidak menyarankan Anda untuk bertanya ke sana ke sini. Cukup buka telinga Anda lebar-lebar, dengarkan bisikan tembok-tembok. Perhatikan tingkah laku mereka yang diduga berselingkuh. Bahasa tubuh orang yang saling cinta itu kelihatan. Di sini perlunya melihat dengan telinga dan mendengar dengan mata,

Menyusun hipotesa

Dari dua langkah di atas, buat dugaan sementara. Ada dua kemungkinan hipotesa:

  • Benar terjadi perselingkuhan
  • Tidak benar terjadi perselingkuhan

Lakukan langkah berikutnya untuk mengokohkan hipotesa Anda.

Menguji hipotesa dengan mengadakan eksperimen

Eksperimennya bagaimana? Kalau itu tergantung niat Anda. Bisa dengan mengikuti mereka berdua ke mana-mana. Bisa memantau sms, WA, BBM mereka berdua — yang ini butuh keahlian teknologi. Bisa melakukan observasi kedekatan mereka. Tetapi jangan melakukan wawancara kepada mereka berdua, juga jangan membuat kuesioner, juga jangan melakukan studi pustaka. Tidak akan ada hasilnya.

Intinya gunakan setiap kesempatan sebagai eksperimen untuk mendukung hipotesa Anda. Ingat, kesempatan itu pasti datang kepada para peneliti yang serius. Kalau perlu bawa kamera kemana-mana, siapa tahu ketemu mereka. Di sini, Anda bertindak sebagai peneliti sekaligus sebagai detektif.

Menarik kesimpulan

Dari langkah-langkah di atas, waktunya menarik kesimpulan. Apakah hipotesis Anda benar? Apakah benar terjadi perselingkuhan atau tidak?

Menguji ulang kesimpulan

Pastikan untuk kembali meneliti bukti-bukti yang ada, jika perlu ulang kembali seluruh eksperimen. Hal ini supaya kesimpulan tentang perselingkuhan itu menjadi sahih.

————

Nah, biasanya ada publikasi hasil penelitian ilmiah. Tidak perlulah penelitian tentang perselingkuhan itu dipublikasikan. Jangan diumbar di Facebook, atau media sosial lainnya. Kalau yang bersangkutan tersinggung, bisa-bisa Anda dituntut dengan UU ITE lho. Lha wong sudah sama-sama dewasa, tahu sendiri apa yang terjadi jika bermain api, tapi masih nekat ya mau bagaimana lagi to. Lagian apa hak kita sampai melarang orang saling mencintai – termasuk cinta terlarang.

O’ya, ini hanya tulisan imajinatif saya saja lho. Maklum sedang buntu sekian pekan tidak nge-blog, sedang mengumpulkan niat lagi. Tapi, kalau ada kesamaan kasus … ya itu hanya oleh karena ketidaksengajaan yang disengaja.

Salam SYUPER!

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.