Menyoal kafir dalam Alkitab

      7 Comments on Menyoal kafir dalam Alkitab

Pada awalnya saya berpikir akan menemukan cukup banyak referensi tentang kafir di dalam Alkitab. Ternyata di dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia hanya ada 3 ayat yang menyebutkan kata kafir.

Matius 5:21-22

Matius 5:21-22

Di dalam Perjanjian Lama kata kafir hanya muncul satu kali.

Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir.[1]

Dari bahasa Ibrani goy yang secara harafiah berarti bangsa-bangsa. Secara khusus menyebutkan bangsa-bangsa di luar bangsa Israel. Pengertian ini muncul dilatarbelakangi oleh kebanggaan Israel sebagai umat dan bangsa pilihan Allah. Selain itu juga untuk menunjukkan perbedaan standar moral antara bangsa Israel dengan bangsa-bangsa lainnya.

Hal yang sama ditekankan oleh Paulus saat menegur rasul Petrus,

Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?” Menurut kelahiran kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain.[2]

Dalam penyebutannya, Paulus menggunakan kata ethnikos yang merujuk kepada tingkah laku yang tidak sesuai dengan adat Yahudi.

Sampai di sini kita melihat makna kafir dari sudut pandang orang Yahudi. Bagaimana dengan kekristenan, apakah juga mengenal konsep kafir? Di sini menariknya, apa yang diajarkan Tuhan Yesus tentang kafir.

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.[3]

Kata kafir di sini berasal dari bahasa Aram rhaka. Sebuah makian atau umpatan untuk mengejek orang. Mungkin sama dengan mengatakan tolol; bodoh; tidak punya otak. Di sini yang kita tidak sedang memperhatikan makna katanya tetapi bagaimana Tuhan Yesus memandang kata ini. Perhatikan di ayat sebelumnya, Tuhan Yesus menyebutkan tentang salah satu dekalog, “Jangan membunuh”. Kemudian dilanjutkan dengan kemarahan, makian, dan umpatan.

Saya akan menyederhanakannya. Bagi Tuhan Yesus, amarah sampai terluap dengan makian dan umpatan itu sama dengan membunuh. Ini standar moral dan kekudusan dalam kekristenan yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri. Bagi Kristus dan semestinya bagi orang Kristen, makian atau umpatan atau pisuhan dalam bentuk apapun yang ditujukan kepada orang lain adalah sebuah pembunuhan.

Maka, dari sini kita bisa melihat bahwa kekristenan tidak mengenal konsep kafir dalam hal kepercayaan atau agama. Tidaklah benar jika Gereja dan orang Kristen menyebut orang lain yang berbeda kepercayaan dengan panggilan kafir.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Bilangan 23:9
  2. [2]Galatia 2:11-15
  3. [3]Matius 5:21-22

7 thoughts on “Menyoal kafir dalam Alkitab

  1. Penanya

    Menurut saya, kenapa Yesus memberikan hukuman yg berbeda antara Kafir & Jahil.
    Kafir dalam artian orang yg ga menerima ajaran Yesus, jika menuduh saudaranya dalam artian sesama pengikut Yesus sebagai orang yg tidak mengikuti ajaran Yesus, maka bawalah dia ke pengadilan agama, atas dasar apa dia berkata demikian.
    Sedangkan jahil kenapa diserahkan pada neraka yg menyala2? Itu dikarenakan jahil merujuk pada sikap yg terang2an anti kristus, padahal mereka berada di lingkungan Yesus. Bisa dibilang tuduhan jahil merupakan tuduhan yg jelas2 tidak terbukti sehingga dimasukan ke neraka, sedangkan kafir bisa dipertanyakan maksud & alasannya menuduh kafir, itu kenapa dibawa ke pengadilan agama untuk menemukan alasannya berkata seperti itu.

    Reply
  2. Martina

    Dalam Gereja, istilah kafir digunakan untuk menandakan golongan di luar gereja. Hal ini sesuai dengan isi dokumen konsili Vatikan II saat dogma EENS dianut dan diyakini secara teguh. Dogma EENS mengajarkan bahwa hanya ada satu agama yang benar yaitu Gereja Katolik. Namun dogma EENS sudah direvisi ulang karena gereja mau membuka diri kepada dunia luar. Jadi istilah tersebut hanya dipakai untuk menandai saja.
    – Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2-

    Reply
  3. Bang OOne

    Kafir itu hanya istilah di timur tengah tentang orang yang tidak mengenal Tuhan mungkin, bagi kelompok yang mengenal Tuhan. Istilah kafir juga bisa dipakai di lingkungan orang kristen sendiri dalam kelompok per kelompok, misalkan ada kelompok gereja yang tak mau mengakui baptis kalau dulu pabtisnya tidak memakai selam (seluruh tubuh di masukkan ke dalam air) maka harus baptis lagi. Betul tidak saudara-saudara ?, saya seiman dengan anda tapi pemikiran saya sudah lain, bagi saya kafir itu nggak ada, yang saya tahu ajaran kristus cukup sederhana yaitu Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap…….dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Yesus tak mudeng agama dan golongan yang Dia tahu, orang yang sudah mengenal Dia dia ndak perlu banyak bicara dan membaca alkitab tetapi gimana kita bisa menjadi garam dan lilin dimana kita berada. Semoga orang yang mengenal Yesus di sadarkan bahwa orang di luar kristen juga bisa mengenal Yesus dan masuk surga saya percaya itu, karena semua yang ada didunia ciptaan Allah.

    Reply
  4. Dzul

    Maaf ya. Setahu saya kafir itu berasal dari bahasa Al Quran ( ? ? ? ) . Yg artinya diluar agama islam. Bisa ditunjukan untuk agama nasrasi, yahudi, majusi, budda, hindu, dll. Yg penting selain islam. Itu hanya menunjukan untuk selain golongan islam. Contoh: jika di suatu kelas meminta untuk tunjuk tangan mana yg agama islam, Maka yg lain kafir. kl bahasa KBBI nya non-muslim. Jd untuk org yg non-muslim mohon untuk tidak tersinggung. Itu hanya istilah sebutan selain agama islam. Karena d Al Quran tidak ada bahasa Non-Islam adanya ??? . Bahasa yg selama ini Al kitab pake. Itu hanya bahasa serapan saja. Mohon jangan tersinggung

    Reply
    1. Floooooooo

      Kafir itu bahasa Aram Rhaka. Di kitab kami jg ada. Ga di kalian aja. Sama kaya kata “pen”. Amerika, inggris dan bbrp negara jg tau itu alat tulis. Apa itu asalnya hanya dr Indonesia?

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.