Nyaman bersosial media

      No Comments on Nyaman bersosial media

Dulu saya merasa tidak nyaman berinteraksi di Facebook, dan jauh lebih nyaman berinteraksi di Twitter. Tapi rupanya Twitter sebenarnya memberikan kunci sederhana bagi saya untuk merasa nyaman di sosial media manapun.

Ya, gambar di atas bisa Anda lihat di homepage-nya Twitter. Kalimat itu lho yang saya sebut kunci nyaman di sosial media, “Follow your interests”! Bukan orangnya yang di-follow tetapi apa saja “interest” kita. Nah, pas prinsip ini diterapkan di Facebook dan sosial media lainnya, jadi lebih nyaman kan.

Ya meskipun ada banyak protes dan caci maki orang karena saya remove dan unfollow, maaf saja “ketertarikan” Anda beda sih dengan “ketertarikan” saya 🙂 Semakin tambah usia ke arah sini, rasa-rasanya jadi tidak begitu nyaman dengan konflik, jadi kalau Anda senangnya sedikit-sedikit menyindir dan mencaci maki di sosial media, ya dengan senang hati akan saya remove atau unfollow to.

Tidak begitu mudah menerima permintaan pertemanan di sosial media, itu implikasi berikutnya. Bisa saja kenal di dunia nyata, tapi musti lihat dulu “interest”-nya. Jadi kalau Anda punya akun sosial media yang di-protect ya jangan harap bakalan saya follow. Apalagi kalau isi status sosial media Anda hanya tentang keluh kesah … ampun deh.

Tidak sembarangan berkomentar yang tidak perlu. Saya senang mengikuti berita politik atau tweets sosial politik, cuma sebisa mungkin tidak berkomentar kalau tidak perlu. Update status seperlunya saja, paling-paling kalau habis bikin postingan di blog, baru di-share di sosial media. Atau waktu sedang berinteraksi dengan sahabat-sahabat saya di sosial media, yang ini bener-bener sahabat lho, bukan sekedar friends 🙂

Kalau di Facebook akhir-akhir ini lebih banyak untuk sharing ilmu kalau ada sahabat-sahabat yang bertanya, tapi lewat message-nya, jadi terjaga kerahasiaannya #eaaa. Juga membatasi untuk update status yang sifatnya personal, karena saya tidak yakin ada banyak orang yang tertarik dengan kondisi hati saya, sedang di mana saya, atau lagi ngapain saya.

Ya, prinsip utamanya tetap kembali ke pelajaran dari Twitter tadi, “INTEREST”-nya! Mangkanya, untuk sahabat-sahabat saya di sosial media, terima kasih sudah berbagi kesamaan “interest” dengan saya ya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.