Pengajar yang berkuasa

      No Comments on Pengajar yang berkuasa

Saya mendorong para pemberita Firman, pengkhotbah, pengajar Firman untuk meneladani apa yang dikerjakan Tuhan Yesus selama hidup di bumi ini.

Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.[1]

Pertanyaannya mungkin adalah bagaimana mengajar sebagai orang yang berkuasa? Jangan berpikir tentang tanda-tanda heran dan mujizat-mujizat. Konteks dari pasal 5-7 dari kitab Matius adalah khotbah Tuhan Yesus di bukit, dan tidak ditunjukkan di sana kalau Tuhan Yesus memperagakan satu mujizat pun sepanjang tiga pasal itu. Hanya mengajar yang dilakukan-Nya.

Alkitab the Message menerjemahkan ayat di atas sebagai berikut:

When Jesus concluded his address, the crowd burst into applause. The had never heard teaching like this. It was apparent that he was living everything he was saying – quite a contrast to their religion teachers! This was the best teaching they had ever heard.[2]

Perhatikan kalimat yang saya garis bawahi. Kalau saya yang menerjemahkan akan menjadi seperti ini, “Nyata bahwa Tuhan Yesus menghidupi apa yang dikatakannya”. Inilah pengajaran terbaik yang bisa didapatkan oleh orang Kristen, ketika pengajar atau pengkhotbah menghidupi apa yang dikatakannya.

Saya sedang mengkhotbahi diri saya sendiri sekarang. Apakah saya sungguh menghidupi apa yang saya ajarkan. Jangan sampai menipu diri sendiri, harus hidup menjadi pelaku Firman.[3]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Matius 7:28-29
  2. [2]Matthew 7:28-29
  3. [3]Yakobus 1:22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.