Yustinus Martir: kematian adalah kepastian

Extreme Devotion -- the Voice of the Martyrs

Extreme Devotion — the Voice of the Martyrs

“Jika engkau dihukum atau dipenggal sebagai penjahat, apakah engkau percaya bahwa engkau akan terangkat ke surga?”, tanya Rusticus, seorang pejabat kota Roma.

“Aku percaya jika aku tetap setia, aku akan memperoleh apa yang Kristus janjikan untukku”, kata Justin. “Karena aku tahu mahkota kehidupan ada tetap pada orang yang tetap tinggal di dalam-Nya, hingga akhir dunia.”

“Apakah kamu pikir akan mendapatkan pahala di sana?”

“Aku tidak berpikir; aku tahu itu. Aku sangat yakin tentang hal itu.”

Rusticus terduduk dengan penuh kegeraman. “Engkau harus mau mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa.”

Justin berdiri teguh. “Kami tidak akan mengkhianati persekutuan kami dengan Kristus dengan pergi kepada berhala.”

Rusticus meradang. “Kalau engkau tidak mau tunduk, engkau akan dihukum mati.”

“Aku tahu jika aku mati sebagai saksi-Nya, aku tidak perlu takut. Kematianku akan menjadi keselamatanku di dalam Kristus.” jawab Justin.

Mereka yang berdiri bersama Justin berkata, “Lakukan apa yang kau mau, kami orang Kristen tidak akan menyembah berhala-berhala.”

Rusticus mengumumkan hukuman kepada orang-orang Kristen ini. “Orang-orang ini, yang menolak mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa, dan melanggar hukum Kaisar, akan dihukum mati.”

Justin – yang kemudian hari kita kenal sebagai salah satu apologetik terkenal, Yustinus Martir – dan banyak orang Kristen lain di masa gereja perdana di mana kekaisaran Roma berkuasa menunjukkan satu hal yang pasti dalam kematian mereka: Tuhan Yesus Kristus mengaruniakan kehidupan kekal. Ketika mereka menghadapi akhir dari hidup mereka di bumi, mereka melihat keindahan dari surga mulia itu. Apa yang kita kejar di bumi ini? Dibandingkan cemerlangnya surga kekal, masihkan kita ingin merangkul isi dunia ini.

Sumber >> Extreme Devotion

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Yustinus Martir: kematian adalah kepastian

  1. bell

    Jaman dulu ketika orang Kristen ditekan, mrk malah bisa tumbuh dewasa di dlm Tuhan. Beda sama org Kristen jaman skrg yg manja2, maunya dituruti Tuhan bukan nurut Tuhan.. Sebenernya kalo dipikir2 Tuhan tuh nelongso (menderita) bgt yah punya anak2 ky kita.. disuruh apa, anaknya ga mau jalan, susah taat n banyak berbantah2, ngelawan.. Musti minta hati yg cinta & takut akan Tuhan.. 

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.