Yang (ter)lupa di Pentakosta

Entah apakah para pengkhotbah yang lupa atau memang pesan penting dari Pentakosta sudah terlupakan oleh gereja modern. Dulu gereja perdana juga lupa akan amanat penting dari Pentakosta, dan kalau gereja modern mengulangi kesalahan yang sama, kok rasa-rasanya kita ini tidak belajar dari Alkitab dan tidak mau belajar sejarah ya.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
[1]

Ya, Pentakosta adalah tentang pencurahan Roh Kudus, tetapi perhatikan pernyataan Tuhan Yesus di atas sebelum Beliau naik ke sorga. Roh Kudus yang turun itu punya tujuan, supaya murid-murid-Nya — termasuk saya dan Anda sekarang — menjadi saksi-Nya. Gereja perdana melupakan hal ini, begitu asyik dengan persekutuan dan tanda-tanda heran, hingga Tuhan harus memaksa mereka keluar dengan aniaya.

Apa sih menjadi saksi itu? Saya pernah menuliskannya di sini.

Saksi dalam bahasa Yunani, martus, menunjukkan sebuah makna yang luar biasa, those who after His example have proved the strength and genuineness of their faith in Christ – even – by undergoing a violent death”. Dari kata martus inilah kemudian muncul istilah martir.

Jadi, kalau kita mengaku memiliki Roh Kudus, mengaku diurapi Roh Kudus tetapi tidak bertindak sebagaimana teladan-Nya, after His example — menjadi saksi — kita sesungguhnya tidak menghidupi api Pentakosta itu.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Kisah Para Rasul 1:8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.