Meksiko: diusir dari desanya karena Kristen Protestan

5-5-5 ChallengeApakah kekristenan mengalami aniaya terbesar dari kelompok muslim? Tidak juga, kalau kita baca metodologi penelitian yang dilakukan oleh OpenDoors, ada banyak sumber aniaya bagi gereja. Salah satu faktor penentunya adalah agama mayoritas di wilayah tersebut. Mungkin di negara-negara Timur Tengah dengan Islam sebagai agama mayoritas – dan agama negara – kelompok Muslim radikal yang menjadi salah satu penganiaya terbesar. Di India, kelompok ekstrimis Hindu menjadi kelompok yang paling sering menganiaya dan menyerang orang Kristen.

Nah, di Mexico orang-orang Kristen Prostestan seringkali mengalami aniaya malahan dari saudara-saudara mereka dari penganut Katholik. Di negara bagian Chiapas, paling tidak 12 keluarga Protestan diusir dari desa tempat tinggal mereka karena memeluk Kristen Protestan. Mereka sudang mengungsi selama dua setengah tahun.

Pemerintah sudah berusaha menengahi dan mendamaikan, tetapi pemimpin lokal di wilayah berpenduduk mayoritas Katolik itu menolak. Berbeda dengan di Indonesia, di Meksiko penduduk menggabungkan Katolik dengan tradisi lokal yang memunculkan banyak ritual yang berbeda-beda. Salah satunya adalah festival yang melibatkan minuman keras yang memabukkan dalam jumlah banyak. Para pemimpin lokal akan mengizinkan orang-orang Protestan kembali tinggal di sana kalau mereka kembali memeluk Katolik atau paling tidak ikut serta dalam festival itu dengan membayar sumbangan dalam jumlah yang besar. Sementara para pemimpin gereja Prostestan menolak tawaran itu, dan keluarga-keluarga yang diusir ini memutuskan untuk tetap memilih mengungsi daripada menerima tawaran itu.

Inilah yang dialami oleh beberapa saudara kita gereja Prostestan di Meksiko, selain tentu saja banyak aniaya lainnya seperti serangan dan perusakan gedung gereja, atau perusakan rumah-rumah yang dipakai menjadi tempat persekutuan doa. Di sisi lain, para pemimpin lokal juga kerap menggunakan kekuatan politiknya untuk mengeluarkan orang-orang Protestan dari daftar penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Berdoa:

  • Supaya ada kebebasan beribadah tanpa tekanan itu bisa dijamin oleh Pemerintah.
  • Supaya para pemimpin lokal bisa melindungi mereka yang berbeda agama.
  • Supaya kasih dan pengertian bisa terjalin antara kelompok Katolik dan Protestan.

Kisah selengkapnya di >> http://morningstarnews.org/2015/02/christians-in-mexico-deprived-of-homes-for-declining-to-renounce-their-faith/

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.