Elihu: Tuhan sungguh berbicara

Allah sungguh berfirman, tetapi apakah kita memperhatikan-Nya? Itulah salah satu hal tentang Allah yang dinyatakan oleh Elihu.

Mengapa engkau berbantah dengan Dia, bahwa Dia tidak menjawab segala perkataanmu? Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur, maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang, untuk menahan nyawanya dari pada liang kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing. Dengan penderitaan ia ditegur di tempat tidurnya, dan berkobar terus-menerus bentrokan dalam tulang-tulangnya; perutnya bosan makanan, hilang nafsunya untuk makanan yang lezat-lezat; susutlah dagingnya, sehingga tidak kelihatan lagi, tulang-tulangnya, yang mula-mula tidak tampak, menonjol ke luar, sampai nyawanya menghampiri liang kubur, dan hidupnya mendekati mereka yang membawa maut. Jikalau di sampingnya ada malaikat, penengah, satu di antara seribu, untuk menyatakan jalan yang benar kepada manusia, maka Ia akan mengasihaninya dengan berfirman: Lepaskan dia, supaya jangan ia turun ke liang kubur; uang tebusan telah Kuperoleh. Tubuhnya mengalami kesegaran seorang pemuda, ia seperti pada masa mudanya. Ia berdoa kepada Allah, dan Allah berkenan menerimanya; ia akan memandang wajah-Nya dengan bersorak-sorai, dan Allah mengembalikan kebenaran kepada manusia. Ia akan bernyanyi di depan orang: Aku telah berbuat dosa, dan yang lurus telah kubengkokkan, tetapi hal itu tidak dibalaskan kepadaku. Ia telah membebaskan nyawaku dari jalan ke liang kubur, dan hidupku akan melihat terang. Sesungguhnya, semuanya ini dilakukan Allah dua, tiga kali terhadap manusia: mengembalikan nyawanya dari liang kubur, sehingga ia diterangi oleh cahaya hidup. [1]

Berapa kali kita berteriak dan bertanya mengapa Tuhan tidak menjawab doa-doa kita? Mungkin terlalu sering, dan di sinilah Elihu menasihati kita.

God does speak to a man. He speaks to him again and again. But often the man does not listen to him. And he does not hear the things that God has said.[2]

Ya benar, Elihu sendiri menyatakan bahwa Tuhan berbicara lewat mimpi – dan pastinya Alkitab penuh dengan bukti akan hal ini – tetapi Tuhan juga berbicara melalui setiap kejadian yang terjadi dalam hidup kita. Elihu menggunakan kata “penderitaan” di sini. Kita musti jujur bahwa seringkali kita tidak memperhatikan suara Tuhan lewat penderitaan ini. Kita dicekoki pengajaran bahwa kekayaan dan kelimpahan itu berkat, sementara penderitaan, kemiskinan, dan sakit penyakit itu adalah kutuk.

Beruntung kita punya segelintir hamba Tuhan yang mau bersuara seperti Elihu, yang meneriakkan kebenaran. Bahwa penderitaan pun adalah salah satu cara Tuhan berbicara dan sesungguhnya melindungi kita dari siksa kekal.

maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang, untuk menahan nyawanya dari pada liang kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing.[3]

God opens their ears and impresses them with warnings. To turn them back from something bad they’re planning, from some reckless choice. And keep them from an early grave, from the river of no return.[4]

Pertanyaan Elihu tetap relevan bagi kita sekarang, apakah kita memperhatikan bisikan-bisikan-Nya?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Ayub 33:13-30
  2. [2]Job 33:14 – Easy English Bible
  3. [3]Ayub 33:16-18
  4. [4]Job 33:16-18 – The Message

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.