Mereka yang setengah-setengah

Menarik mencermati kisah raja-raja Israel (dan Yehuda). Kita bisa menemukan raja-raja yang sungguh-sungguh berusaha hidup berkenan kepada TUHAN. Ada yang sungguh-sungguh bejat dan jahat di mata TUHAN, tetapi ada juga yang hidupnya setengah-setengah. Alkitab menggunakan frase “tidak dengan sepenuh hati” atau “tidak dengan segenap hati” untuk menunjuk kepada mereka ini.

1. Salomo (raja Israel)

Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka. Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.[1 Raja-raja 11:4-10[/ref]

2. Yehu (raja Israel)

Tetapi Yehu tidak tetap hidup menurut hukum TUHAN, Allah Israel, dengan segenap hatinya; ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. Pada zaman itu mulailah TUHAN menggunting daerah Israel,[1]

3. Amazia (raja Yehuda)

Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya tidak dengan segenap hati. Ketika Amazia kembali, setelah mengalahkan orang-orang Edom itu, ia mendirikan para allah bani Seir, yang dibawanya pulang, sebagai allahnya. Ia sujud menyembah kepada allah-allah itu dan membakar korban untuk mereka. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Amazia;[2]

Mental yang sama menjangkiti juga orang Kristen zaman ini. Banyak yang berpikir bisa mengasihi Tuhan sekaligus juga mengasihi dunia. Padahal perintah mengasihi Tuhan dengan segenap hati adalah yang terutama diajarkan Tuhan Yesus (baca tulisan saya yang lain: “Mengasihi Tuhan dengan segenap …”).

Kita bisa melihat sendiri bagaimana mental setengah-setengah ini tidak menghasilkan apapun selain daripada murka TUHAN. Berhentilah membangkitkan murka TUHAN, jangan lagi setengah-setengah mengikut Kristus!

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]2 Raja-raja 10:31-32
  2. [2]2 Tawarikh 25:2, 14-15

4 thoughts on “Mereka yang setengah-setengah

  1. bell

    Benar, Pak. Dan menurut pengamatan saya juga banyak raja2 yang awalnya setia dan sungguh2, tapi ketika Tuhan angkat, berbalik setia kepada Tuhan. Memang kita harus sungguh2 minta hati yang mengasihi Tuhan yah, supaya dalam keadaan apapun, tetap bisa setia sampai akhir sehingga bisa mnyenangkan hati Tuhan.Ada 1 doa yg sy senang sekali di Amsal 30, dibandingkan doanya Yabes (yg lebih terkenal), karena kalau hati ini tidak sungguh2 dijaga, bisa celaka..

    Reply
  2. bell

    Ini lho, Amsal 30 yang ini: 7 Dua hal aku mohon kepada- Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: 8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. 9 Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal- Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.