Mengasihi Tuhan dengan segenap …

mindmap “holos”

Siapa sih yang tidak tahu dengan Hukum Kasih. Bahkan yang bukan orang Kristen seringkali tahu tentang apa yang disebut Tuhan Yesus ini sebagai hukum yang terutama. Di dalam Markus 12:30, Tuhan Yesus mengatakan demikian, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”

Kali ini, saya akan membahas hukum kasih ini dari satu kata yang sampai diulang 4 kali, yaitu kata “segenap”. Dalam bahasa Ibrani, kata ini berasal dari kata “holos” (lihat mind-map di atas). “Holos” paling tidak memiliki tiga makna yang sangat mendalam:

  1. lengkap, keseluruhan;
  2. sempurna, menyeluruh;
  3. pada semuanya, sampai hal-hal kecil;

Dari sini, kita bisa belajar prinsip-prinsip mengasihi Tuhan Allah yang merupakan hukum terutama itu.

Pertama, kita harus mengasihi Tuhan Allah dengan keseluruhan hati, keseluruhan jiwa, keseluruhan akal budi, dan keseluruhan kekuatan kita. Jika hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita masih terbagi-bagi untuk mengasihi dunia ini, mengasihi kedagingan, mengasihi harta, dan semua hal selain Tuhan Allah, maka sesungguhnya kita belum melakukan hukum yang terutama ini.

Kedua, ketika kata “holos” digunakan untuk menyatakan tentang sempurna atau menyeluruh, yang dimaksudkan adalah dalam hal kuantitas, waktu, tingkatan, atau kadar sesuatu. Maka pertanyaan kepada kita semua adalah apakah kasih kita kepada Allah dalam hal kuantitasnya, dan kadar kasih kita sudah sempurna? Kualitas dan kuantitas kasih kita kepada Allah harus sempurna dalam hati, dalam jiwa, dalam akal budi, dan dalam kekuatan.

Ketiga, kata “holos” juga mengungkapkan makna yang dalam tentang hal-hal kecil. Maksudnya begini, saat kita menyatakan mengasihi Tuhan, maka kita harus menghidupi kasih itu sampai kepada hal-hal kecil yang kita lakukan dalam hidup kita. Tidak bisa kita mengasihi Tuhan di gereja, tetapi tidak mengasihi-Nya di pekerjaan kita. Adalah munafik jika kita mengasihi Tuhan di hari Minggu, tetapi di hari lainnya kehidupan kita tidak menunjukkan kasih kepada Dia. Mengasihi Tuhan harus kita tunjukkan sampai kepada hal-hal kecil dalam hidup kita.

Keempat, perhatikan bahwa kata “segenap” hanya digunakan untuk mengasihi Tuhan Allah, sementara kata ini tidak digunakan untuk mengasihi sesama. Artinya, jika kasih kita kepada seseorang atau kepada sesuatu lebih besar daripada kasih kita kepada Tuhan, maka sesungguhnya kasih sebagai hukum yang terutama itu tidak nyata dalam hidup kita.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Mengasihi Tuhan dengan segenap …

  1. Pingback: Berbuah: kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.