Sangkamu dosa mereka lebih besar dari dosamu?

Waktu itu sedang ada perayaan Pentakosta di lingkungan kami, yang hadir adalah seluruh warga kristiani dari 3 RW. Karena ini acara lingkungan dan bukan acara satu gereja saja, Lurah diundang, dan beliau menyempatkan hadir sejak awal. Lurah ini meskipun seorang Muslim, selalu menyempatkan hadir di setiap undangan dari gereja-gereja.

Pendeta yang diundang berkhotbah menceritakan kisah tsunami Aceh. Bagaimana sekelompok orang Kristen diselamatkan karena percaya kepada Yesus, sementara mereka yang berdosa dihukum Tuhan sampai mati dengan gelombang air laut. Setelah kisah itu, pak Lurah meminta izin kepada panitia untuk pulang duluan, kebetulan saya duduk tepat di belakang beliau. Saya harap kepulangan pak Lurah ini tidak ada hubungannya dengan kisah itu.

Hal semacam ini seringkali terjadi, banyak rohaniwan dan pengkhotbah menggunakan bencana untuk menakuti jemaat. Pemahaman yang jelas keliru dengan seringkali menyatakan bahwa bencana, sakit penyakit, musibah itu datang karena hukuman Tuhan atas umat yang berdosa.

Seringkali saya mendengar banyak pengkhotbah mengatakan kalau ada bencana alam di suatu daerah, dikatakan karena daerah itu menolak kekristenan. Apa hubungannya coba? Saya tahu bahwa Tuhan bisa mendatangkan hukuman atas dosa suatu bangsa, tetapi ingat, bukan itu cara pandang Tuhan Yesus. Dan juga jangan seenaknya mengatakan orang yang tertimpa bencana adalah mereka yang jauh dari Tuhan atau juga mengatakan bahwa orang yang dekat dengan Tuhan pasti tidak akan mengalami bencana atau sakit penyakit. Perlukah saya mengingatkan Anda untuk membaca ulang kisah Ayub?

Bagaimana sebenarnya cara Tuhan Yesus memandang mengenai hal ini?

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”[1]

Ada peristiwa yang begitu tragis waktu itu, dengan jatuhnya korban jiwa. Apakah Tuhan Yesus menyatakan itu karena mereka berdosa? Tuhan Yesus menyatakan kalau kita melihat terjadi bencana terhadap orang lain, jangan pernah tunjukkan jari kepada mereka. Daripada menuduh dan menghakimi dosa mereka, kita harus melihat ke dalam hidup kita sendiri.

Bencana, malapetaka yang terjadi kepada orang lain bukanlah alat bagi kita untuk menghakimi mereka. Itu adalah alat Tuhan untuk kita memeriksa kehidupan kita sendiri dan olehnya menjadi bertobat. Bukan untuk menyalahkan mereka yang tertimpa kesusahan, melainkan untuk menyelidiki hidup kita sendiri.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Lukas 13:1-5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.