Jika Yesus tidak dibangkitkan

Kebangkitan Kristus adalah pusat dari kekristenan itu sendiri. Berbagai bantahan dan sanggahan sudah diungkapkan atas kebangkitan Kristus, dan saya percaya akan terus bermunculan usaha untuk menyanggah kebangkitan Yesus.

Maka, rasul Paulus dalam 1 Korintus 15:12-23 menunjukkan sebuah implikasi yang mengerikan seandainya Yesus tidak dibangkitkan. Jika saja TUHAN tidak membangkitkan Yesus, maka:

  1. Semua pemberitaan yang disaksikan para rasul, para pemberita Injil, hingga para hamba Tuhan masa kini, hanyalah kesia-siaan (ayat 14)
  2. Semua kepercayaan yang sudah kita hidupi selama ini juga hanyalah kesia-siaan dan kita masih terus hidup di dalam dosa (ayat 14, 17)
  3. Semua yang memberitakan Kristus bisa dituntut melakukan pembohongan publik, karena yang mereka beritakan adalah dusta semata (ayat 15)
  4. Semua yang sudah mati dalam iman mereka kepada Kristus, termasuk pengorbanan para martir hanya akan membawa mereka kepada kebinasaan, bukan kepada hidup kekal (ayat 18)
  5. Pada akhirnya, kita ini yang mengaku sebagai pengikut Kristus, adalah orang yang paling malang sedunia (ayat 19)

Tetapi terpujilah TUHAN, Kristus memang sungguh telah dibangkitkan.

Kalau ada pertanyaan, apakah ada kemungkinan Yesus tidak dibangkitkan oleh Allah? Kita lihat dulu sebenarnya apa yang membuat TUHAN membangkitkan Kristus Yesus. Apakah karena Yesus adalah Anak Allah maka pasti Dia tidak bisa mati dan bangkit dari kematian?

Silakan baca Ibrani 5:7-10

(7) Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. (8) Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, (9) dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, (10) dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.

Allah membangkitkan Kristus hanya karena kesalehan dan ketaatan-Nya, ketaatan hingga mati di kayu salib. Bayangkan ini, ketika di kayu salib Yesus memilih berteriak memanggil bala tentara surgawi, apa yang bisa terjadi?

Tetapi sungguh luar biasa, Yesus sudah membuktikan ketaatan-Nya, sehingga iman kita bukanlah kesia-siaan, dan ada kehidupan kekal yang disiapkan-Nya untuk kita.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.