Hak kesulungan

      1 Comment on Hak kesulungan

Saya terus-menerus menyatakan bahwa saya selalu terpesona dengan bagaimana Alkitab mengajarkan sesuatu dalam hidup. Maka, saya mendorong kita semua untuk dengan tekun dan setia belajar Alkitab. Kalau kita mengaku percaya kepada Alkitab tiap baris, tiap ayat, tiap pasal, dan tiap lembarnya, tetapi tidak menyediakan waktu untuk membacanya setiap hari, maka itu semua omong kosong.

[blackbirdpie id=”161265521382273024″]

Beberapa hari yang lalu dalam waktu Bible reading, saya baca ayat di Kejadian 27:36 Kata Esau: “Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?”. Dengan seketika seperti ada kilat menyambar pikiran saya. Sebuah pertanyaan baru yang muncul, apakah “hak kesulungan” dan “berkat” itu adalah dua hal yang berbeda.

Segera saya diingatkan kepada ayat yang lain di Ibrani 12:16-17 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Mengapa penulis kitab Ibrani begitu mengingatkan kita akan pentingnya hak kesulungan itu, sehingga menengskan supaya kita tidak menjadi seperti Esau dalam hal hak kesulungan itu. Mari kita belajar tentang makna rohani dari peringatan ini.

Kalau kita baca dalam Kejadian 25:29-34; kita mendapati kesimpulan Alkitab bahwa Esau memandang ringan hak kesulungan itu. Dan Esau tidak marah saat Yakub memintanya menukarkan hak kesulungannya dengan makanan. Tetapi hal yang berbeda saat kita di Kejadian 27:36 itu, Esau sangat murka saat Yakub mengambil berkat yang seharusnya menjadi miliknya. Bahkan kalau kita baca ayat-ayat berikutnya, Esau berniat membunuh Yakub karena hal ini.

Sesungguhnya apa itu hak kesulungan? Hak kesulungan adalah hak yang dimiliki oleh seorang anak sulung sejak dia dilahirkan. Apakah hak kesulungan memiliki hubungan dengan berkat? Mungkin juga, tetapi saya rasa dua hal ini berbeda. Sepertinya hak kesulungan itu otomatis dimiliki oleh anak sulung sementara berkat diberikan secara khusus oleh bapak kepada anak-anaknya melalui penumpangan tangan, contohnya waktu Israel memberkati 12 anak-anaknya, masing-masing mereka mendapatkan berkat sendiri-sendiri sebagaimana isi hati Israel kepada masing-masing anak itu.

Nah, setelah banyak bertanya kesana-kemari, dan membaca beberapa sumber, rupanya hak kesulungan itu bermakna jauh lebih dalam secara rohani.

  1. Seorang yang mempunyai hak kesulungan berarti berhak menjadi imam dari seluruh keluarga besarnya (sukunya). Menjadi perantara antara TUHAN Allah dengan anggota sukunya. Hal ini sebelum masa Harun diangkat menjadi imam.
  2. Seorang yang mempunyai hak kesulungan mewarisi otoritas ilahi dari bapaknya dalam hal nama dan kepemimpinan.
  3. Baru kemudian setelah adanya hukum Musa, hak kesulungan berarti mendapatkan warisan dalam jumlah dua kali lipat dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.

Kalau kita baca dalam Alkitab, hak kesulungan ini bisa berpindah ke anak yang lain jika si anak sulung memilih untuk menolaknya (seperti kasus Esau kepada Yakub), si anak sulung berbuat dosa yang menajiskannya (seperti kasus Ruben kepada Lewi), Allah sendiri yang memindahkan hak kesulungan itu (seperti kasus Ismael kepada Ishak).

Maka jelaslah kepada kita mengapa Alkitab begitu mengingat kisah Esau yang memandang ringan hak kesulungan ini. Hal ini dikarenakan Esau sedang merendahkan hal yang begitu ilahi, sebuah kesempatan untuk berhubungan karib dengan TUHAN Allah. Esau memandang rendah hal rohani ini tetapi begitu marah saat dia tidak mendapatkan berkat, mengapa demikian?

Kita lihat apa bedanya berkat yang diberikan Ishak kepada Yakub dan berkat kepada Esau.

Berkat bagi Yakub Berkat bagi Esau
Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN. Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia. Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu.

Apa yang Anda lihat dari dua berkat yang berbeda ini? Saya melihat dengan sederhana, yaitu alasan Esau begitu menginginkan berkat ini. Apa yang dikejar oleh Esau adalah apa yang saya sebut sebagai berkat “kemudahan-kemudahan”. Esau menolak hubungan yang karib dengan Allah, tetapi mengejar berkat-berkat duniawi yang disediakan-Nya.

Mohon maaf jika saya mengatakannya terlalu keras. Bukankah ini yang dikejar oleh orang Kristen kebanyakan, kemudahan-kemudahan di dalam hidup, tetapi melupakan nasib kekekalannya. Bukankan ini yang diingatkan oleh kitab Ibrani kepada kita, janganlah kita menukarkan hak kesulungan kita di surga dengan berkat-berkat duniawi itu.

Saya percaya campur tangan TUHAN dalam segala perkara, termasuk berpindahnya hak kesulungan dari Esau kepada Yakub ini. Tetapi ingat, bahwa penipuan Yakub tetap membawa konsekuensi yang harus dibayarnya dalam hidupnya. Dan apakah hidup Esau terus menerus menderita tanpa berkat itu? Baca Kejadian 33:9! Kita sering melupakan baris terakhir dari berkat Ishak kepada Esau, “Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh …”. Ingin berhasil secara materi dan duniawi, kaya dan berkelimpahan? Berusaha sungguh-sungguh, jangan cari kemudahan-kemudahan, meskipun itu datangnya dari TUHAN.

Apa pelajaran hari ini, jangan remehkan keselamatan kekal, langit baru dan bumi baru itu, hanya demi berkat “kemudahan-kemudahan”. Hukum yang sama berlaku baik bagi orang dunia maupun bagi orang Kristen, yaitu TUHAN memberkati orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh.

Amin.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Hak kesulungan

  1. Pingback: Berdoa untuk berkat dobel porsi, Alkitabiah ataukah keserakahan? | Martianus' Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.