Latihan kesabaran di perlintasan kereta api

Tadi lewat perlintasan kereta api (di Solo di sebut “palang sepur”), dan cukup lama 20 menitan menunggu kereta api lewat. Banyak pengguna jalan yang menggerutu. Ada yang bilang ban keretanya bocor, keretanya macet, dan lain-laian. Saya hanya tersenyum saja. Saya cukup mengenal karakteristik perlintasan kereta api di situ memang cenderung lebih lama dari yang lain. Mungkin karena jaraknya cukup ekat dengan stasiun sehingga mengutamakan keselamatan.

Sampai akhirnya setelah 20 menit lebih akhirnya pintu perlintasan dibuka tanpa ada satu pun kereta yang lewat. *penenton kecewa*. Yang unik, tiba-tiba banyak orang berseru “huuuuuuu!’. Yak, kecenderungan menggerutu dan menyalahkan belum bisa dipisahkan dari bangsa ini.

 

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.