Bukan tentang prosedurnya!

      No Comments on Bukan tentang prosedurnya!

[en]Have you noticed that when Jesus ministered to people, he hardly ever prayed the same way twice? He didn’t want us to build a permanent box labeled “Procedures and Policies for Praying for People.” Jesus prayed for a lot of people, so He had to be very inventive to not replicate the process but to duplicate the product. He seems to have purposely mixed things up to steer us away from simplistic fixations on His techniques.

Doing the same thing over and over and expecting different results is the definition of insanity

In today’s services we often use oil when we pray for the sick, but I am sure that’s not the only way to heal the sick. After all, Jesus used his own saliva! What if Jesus had spat in the dirt and made mud to anoint every sick and demonized person He prayed for? Most churches would then have a box of dirt from the Holy Land sitting in front of the altar area instead of anointing oil!

All He wants us to do is be obedient to His voice

Jesus did things in different ways so we wouldn’t make a doctrine out of a situation. He did things that seemed foolish to the world so that no man could take glory for what God does. God would much rather us call on His name and be obedient to His glory, than to offer false praise for man’s glory.[/en]

[id]Apakah Anda menyadari bahwa sepanjang pelayanan Tuhan Yesus di dunia, Dia jarang berdoa dengan cara yang sama. Tuhan Yesus tidak menginginkan kita menciptakan buku pelajaran berjudul “Prosedur Berdoa untuk Orang Lain”. Tuhan Yesus berdoa untuk banyak orang, tidak pernah mengulang cara yang sama tetapi sekaligus memberikan hasil yang sama. Dia tidak pernah punya teknik khusus dalam berdoa bagi orang banyak.

Melakukan hal yang sama berulang-ulang sambil mengharapkan hasil yang berbeda adalah sebuah kegilaan

Dalam pelayanan modern sekarang ini seringkali digunakan minyak urapan untuk mendoakan orang sakit, tetapi saya tidak yakin itu adalah satu-satunya cara berdoa bagi orang sakit. Bahkan Tuhan Yesus sendiri pun menggunakan air ludah-Nya untuk menyembuhkan orang buta. Bayangkan jika Tuhan Yesus selalu menggunakan air ludah-Nya setiap kali Dia menyembuhkan orang sakit! Maka, kita tidak akan menemukan minyak urapan di gereja, mungkin akan kita temukan kotak berisi tanah yang siap diludahi.

Apa yang Yesus kehendaki hanyalah kita mendengarkan suara-Nya

Tuhan Yesus melakukan pelayanan dengan berbagai macam cara supaya kita tidak membangun doktrin berdasarkan keadaan-keadaan tertentu. Bahkan kadangkala Dia menggunakan cara yang cenderung aneh, supaya kita tidak mencuri kemuliaan-Nya. Tuhan jauh lebih mengingikan kita memanggil nama-Nya dan tunduk kepada kemuliaan-Nya. Amin.[/id]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.