2012: Menjadi palungan bagi Kristus

Kalau ada bahasa visi tahun 2012, mungkin kalimat ini yang akan saya hidupi sepanjang tahun 2012 ini. Rhema ini secara khusus saya dapat di 25 Desember 2011, “menjadi palungan bagi Kristus”.

Ketika bisa memilih dilahirkan di tempat lain, di istana, di rumah mewah, Putra Allah ini memilih untuk dilahirkan di sebuah palungan. Bulan Desember ini saya mendapati bahwa meskipun pemilihan Allah itu adalah anugerah, tetapi jelas Allah Yang Mahabijaksana itu tidak memilih dengan sembarangan. Tahun ini, saya akan memastikan bahwa Kristus akan memilih “palungan” hidup saya, di mana Dia bisa bertahta.

Di palungan itulah Kristus disembah dan dimuliakan. Di depan palungan itu para gembala dan orang majus memuliakan Nama-Nya. Hidup yang menjadi palungan bagi Yesus berarti memastikan bahwa, hidup saya membawa penyembahan — memberikan nilai yang tertinggi — bagi Dia.

Apakah berkatnya dengan menjadi palungan bagi Kristus? Saya tidak peduli dengan hal itu, Dia dan kehadiran-Nya sudah cukup bagi saya. Sekalipun tiada berkat yang akan saya dapat, selama hidup saya menjadi palungan bagi Dia, itu sudah cukup.

Bahkan sebenarnya saya juga agak kuatir ketika mendapati rhema ini. Palungan bukan tempat yang indah, bahkan kalau orang lewat di dekatnya pasti akan menutup hidup. Palungan bukanlah tempat yang semarak, tidak menarik bagi manusia. Sekalipun pada akhirnya hidup saya menjadi tidak menarik dan dijauhi banyak orang, selama saya mendapat perkenaan Kristus, itulah yang berarti.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.