One with them in worship (bagian 2)

Meskipun hanya mendengar berita yang sekilas lalu, baik melalui media massa maupun internet, kita bisa tahu bahwa banyak saudara kita di dalam Tuhan yang mengalami tekanan dan aniaya hanya karena mereka berkumpul untuk beribadah.

Di Suleja, daerah pinggiran ibukota Nigeria, kelompok militan muslim melemparkan bom ke gedung gereja All Christian Fellowship Mission saat jemaat keluar setelah ibadah raya di hari Minggu. Ini peledakan bom yang ketiga kalinya dalam satu tahun ini yang ditujukan kepada institusi Kristen.

Di negara bagian Borno, Nigeria Utara, beberapa gereja terpaksa ditutup karena semakin banyaknya jemaat yang tewas akibat serangan bom yang tiada hentinya. Meskipun pihak berwajib sudah melakukan pengusutuan dan pengejaran kepada para pelaku.

Beberapa gereja tetap bertahan dengan mengakali waktu ibadah yang berubah-ubah setiap waktu dan hanya diketahui oleh jemaat. Hal ini dilakukan untuk mengelabui kelompok militan yang sering mengancam meledakkan bom.

Dengan ancaman sebesar itu, di mana ibadah yang mereka hadiri bisa menjadi ibadah terakhir mereka di dunia ini, umat Kristen di sana tetap bersatu hati untuk memuliakan nama Tuhan. “And where there is a will to worship, God will provide the way”.

Ada begitu banyak orang yang terkekang beribadah, mengucap syukurlah jika kita masih diberi kebebasan untuk beribadah, dan jangan sia-siakan kesempatan itu. Ingatlah dalam doa kita, mereka yang mengalami aniaya dan tekanan dalam beribadah.

Sumber: http://onewiththem.com/

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.