Berbuah: Tuhan Yesus sedang lapar

Saya ingin membuka tulisan ini dengan kita membaca Alkitab dalam Matius 21:18-19

(18) Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. (19) Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

dan Markus 11:12-14

(12) Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. (13) Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. (14) Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.

Apa yang kita pikirkan tentang pohon ara ini? Kasihan? Bukankah belum musimnya untuk berbuah? Apakah Tuhan bertindak adil terhadap pohon ara itu?

Bagi murid Kristus yang sejati, berbuah itu tidak mengenal musim. Tidak ada bulan-bulan di mana kita menjadi begitu setia ke gereja dan ada waktu-waktu di mana kita boleh menjadi malas. Jika kita menjadi orang Kristen yang seperti ini, tinggal tunggu waktu saja hingga Tuhan berkata “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!”.

Pohon ara punya keunikan tersendiri, pohon ini akan berbuah lebih dulu, baru kemudian memunculkan daunnya. Meskipun bukan musim buah ara, jika pohon ara sudah berdaun, maka bisa dipastikan bahwa pohon itu berbuah. Waktu itu Tuhan Yesus sedang lapar, dan melihat di kejauhan ada pohon ara yang sudah berdaun, maka besar harapan-Nya untuk menemukan buah. Dalam versi KJV ditulis, “And seeing a fig tree afar off having leaves, He came, if HAPLY He might find any thing thereon …”. Bisa kita bayangkan hal ini? Seperti seseorang yang mengharapkan sesuatu yang pasti, tetapi yang ditemukannya hanyalah kekecewaan.

Tuhan Yesus bukan sekedar ingin kita berbuah, Dia begitu lapar untuk menemukan buah dalam hidup kita. Apakah yang ditemukan-Nya hanyalah kekecewaan, ataukah kehidupan yang berbuah-buah lebat?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.