Matias: hati yang dikenal Tuhan

Dalam Alkitab, nama Matias hanya disebutkan saat pencalonan dan pemilihannya untuk menggantikan jabatan pelayanan Yudas Iskariot. Bisa kita baca dalam Kisah Para Rasul 1:21-26.

(21) Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, (22) yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.” (23) Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. (24) Mereka semua berdoa dan berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, (25) untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” (26) Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Dari sini kita bisa belajar siapa yang sebenarnya layak disebut sebagai murid Kristus yang sejati. Ayat 21 menunjukkan kepada kita bahwa murid Yesus yang sejati itu selalu bersama dengan Dia hingga kesudahannya, dan ayat 22 menegaskan bahwa murid Yesus yang sejati itu siap menjadi saksi tentang kebangkitan-Nya.

Mengapa Matias yang dipilih dan bukannya Barsabas? Ayat 24 menjawab pertanyaan itu, “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih …”. Apakah hati kita sama seperti hati Matias, yang dikenal oleh Tuhan?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Matias: hati yang dikenal Tuhan

  1. Saudara

    Artinya sebelum kita memilih sesuatu, Tuhan Yesus sebenarnya sudah mengetahui pilihan yg akan kita ambil. Menurut anda kenapa kita diberikan pilihan sedangkan jawabannya sudah ada atau orangnya sudah ada. Kenapa tidak ditunjuk langsung, diberikan tanda-tanda langsung, toh Tuhan Yesus sudah berkehendak, kenapa kita harus diberikan sesuatu yg palsu, bertemu orang yg salah, padahal Tuhan Yesus sudah memilih orang yg benar?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.