Persekutuan yang sehat butuh kerendahan hati

Mementingkan diri sendiri, membenarkan diri sendiri, dan keangkuhan yang keras kepala menghancurkan persekutuan lebih cepat dari hal lainnya. Keangkuhan membangun tembok di antara orang-orang; kerendahan hati membangun jembatan. Kerendahan hati adalah oli yang melancarkan dan melembutkan hubungan. Itulah sebabnya Alkitab berkata, “Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain” (1 Petrus 5:5). Sikap yang tepat dalam persekutuan ialah kerendahan hati.

Kelanjutan dari ayat tersebut mengatakan kepada kita, “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati“. Inilah alasan lain mengapa kita perlu rendah hati: Keangkuhan menghalangi kasih karunia Allah di dalam kehidupan kita, yang harus kita miliki untuk dapat bertumbuh, berubah, sembuh, dan menolong orang lain.

Kita menerima kasih karunia Allah dengan mengakui secara rendah hati bahwa kita membutuhkannya. Alkitab berkata bahwa setiap kali kita sombong, berarti kita hidup melawan Allah! Itu merupakan cara hidup yang bodoh dan berbahaya.

Kita bisa mengembangkan kerendahan hati dengan cara yang sangat praktis: dengan mengakui kelemahan-kelemahan kita, dengan bersabar terhadap kelemahan-kelemahan orang lain, dengan terbuka terhadap koreksi, dan dengan menunjukkan perhatian kepada orang lain.

Paulus menasihati, “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!” (Roma 12:16). Kepada orang-orang Kristen di Filipi dia menulis, “Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Filipi 2:3-4).

Kerendahan hati bukan berarti menganggap diri rendah; kerendahan hati berarti sedikit saja memikirkan diri sendiri. Orang-orang yang rendah hati sangat memusatkan perhatian pada melayani orang lain, mereka tidak memikirkan diri mereka sendiri.

Sumber: The Purpose Driven Life, hlm. 166-167.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Persekutuan yang sehat butuh kerendahan hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.