Tertidur di gereja?

      1 Comment on Tertidur di gereja?

Tulisan ini berdasarkan kisah nyata yang saya lihat sendiri. Mungkin kisah yang unik yang jarang ditemukan, dan lebih unik karena ini terjadi di gereja. Saya lupa waktu pastinya, tetapi mungkin sekitar bulan April 2011, karena seingat saya masih dalam suasana Paskah. Ini adalah dua kisah yang berbeda, pada waktu yang berbeda pula.

Kisah pertama adalah tentang seorang nenek yang sudah sangat tua. Satu pekan sebelumnya diadakan aksi puasa, salah satu tujuannya adalah mengumpulkan persembahan khusus untuk kegiatan sosial. Maksudnya begini, kalau dalam satu pekan jemaat berpuasa, maka ada anggaran yang seharusnya untuk makan bisa disisihkan untuk dipersembahkan secara khusus.

Hari Minggu itu adalah hari pengumpulan persembahan, dan oleh majelis gereja disediakan kotak persembahan di depan mimbar, jadi jemaat yang mempersembahkan uang di dalam amplop khusus harus maju ke depan. Setelah semua jemaat maju mempersembahkan, dan sudah duduk kembali, nenek yang satu ini masih berjalan pelan-pelan kelihatan bingung.

Rupanya nenek ini sedang bingung mencari-cari tempat duduknya, karena lupa di mana dia tadi duduk. Gereja di sebelah rumah saya ini tidak besar, hanya pepanthan GKJ. Bagi banyak orang mencari tempat duduknya kembali tidaklah sukar, tetapi usia membuat nenek ini menjadi mudah lupa. Jemaat yang lain sudah sangat mengenal nenek yang satu ini, dan membantu nenek ini.

Pelajaran pentingnya, nenek ini bisa saja lupa di mana dia duduk di gereja pada hari Minggu, mungkin juga lupa apa yang dikhotbahkan, mungkin juga lupa apakah di sudah ke gereja atau belum, tetapi nenek ini tidak pernah lupa cinta Tuhan Yesus kepadanya, dan tidak pernah lupa untuk mencintai Tuhan Yesus. Bagaimana dengan kita?

Kisah kedua terjadi mungkin satu pekan sesudahnya, juga di hari Minggu. Waktu pendeta sedang membacakan Firman Tuhan, tiba-tiba terdengar suara “GEDUBRAK”! Hampir semua jemaat mencari-cari apa yang sedang terjadi, tetapi dalam waktu kurang dari 5 detik semua kembali fokus ke mendengarkan khotbah, saya pun melupakan hal itu.

Gereja ini ada di tengah kampung, kebetulan jemaatnya juga bertetangga satu dengan yang lain. Di hari Senin, saya mendengar apa sebenarnya suara “GEDUBRAK” hari Minggu itu. Rupanya ada seorang bapak yang mengantuk, kemudian tertidur, dan akibatnya jatuh dari kursi tempat beliau duduk. Lucu? Ya jelas, lha wong saya tidak bisa berhenti tertawa waktu dengar cerita ini. Jemaat-jemaat yang bercerita juga tertawa dan mempertanyakan kok bisa-bisanya tertidur di gereja.

Ya, meskipun ada juga kisah di Alkitab tentang seseorang yang tertidur waktu mendengarkan khotbah, bahkan sampai jatuh dan mati di tempat. Heh, belum tahu? Itu lho, seorang pemuda bernama Euthikus, coba baca di Kisah Para Rasul 20:9-12. Jadi apakah alkitabiah kalau tertidur di gereja? Ah, rasanya tidak etis ya kalau sampai tertidur di gereja. Beda sih, kalau Anda masih bayi, atau memang punya sakit Narcolepsy (gampang tidur).

Pelajaran penting dari kisah kedua ini bagi saya adalah hati-hati kalau sedang berkhotbah. Saya punya kecenderungan seperti Paulus, kalau sudah berbicara tentang Firman Tuhan, bisa begitu panjang dan lama. Saya tidak yakin saya punya karunia menghidupkan kembali orang yang mati karena tertidur saat mendengarkan khotbah seperti Paulus. Bukannya tidak boleh berkhotbah panjang, cuma saja kalau berkhotbah panjang tapi membuat orang ngantuk, gimana coba?

O’ya, menurut Anda, mana yang lebih layak diberkati Tuhan, nenek itu atau bapak yang tertidur tadi? STOP! Jangan menghakimi, siapa yang layak diberkati itu urusan TUHAN. Kita tidak boleh mengatakan bahwa seseorang layak atau tidak layak diberkati. Memangnya kita yang memberkati mereka, bukan to?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Tertidur di gereja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.