TIDAK PERNAH! Tidak pernah TUHAN menetapkan kita menjadi kepala

Baca : Ulangan 28

Tulisan ini adalah sebuah permintaan maaf sebagai seorang pengkhotbah yang pernah mengeluarkan kalimat yang sesungguhnya bukan pernyataan Allah. Saya pernah mengeluarkan kalimat ini di dalam khotbah dan doa, “TUHAN menetapkan dan mengangkat kita menjadi kepala dan bukan ekor!”.

Saya ingat pernah mengeluarkan penyataan ini beberapa kali, termasuk ketika saya memimpin doa setelah berkhotbah. Itu bukan pernyataan kebenaran Firman Tuhan, dan seandainya Anda pernah mendengar saya mengatakan kalimat itu, sekali lagi saya minta maaf. TUHAN telah menegur saya secara khusus tentang hal ini.

Mungkin ada yang berkata, bukankah kalimat itu berdasarkan ayat di dalam Alkitab? Ya, memang itu ada di Ulangan 28:13, tetapi kesalahan saya — dan itu kesalahan yang besar — adalah saya memotong ayat itu. Sekali lagi, TUHAN tidak pernah menetapkan saya ataupun Anda untuk menjadi kepala.

Jika kita baca secara keseluruhan Ulangan 28, kita akan menemukan dari ayat 1-14 berbicara tentang berkat, dan ayat 15-68 berbicara tentang kutuk. Inilah kebenaran Firman Tuhan itu, menjadi kepala bukanlah ketetapan Allah; menjadi kepala adalah berkat bagi setiap murid Tuhan yang “baik-baik mendengarkan suara TUHAN … dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya” (Ulangan 28:1).

Artinya, jika ayat 1 kita taati sebagai murid Kristus, maka “menjadi kepala” adalah janji berkat bagi kita, jika kita “tidak mendengarkan suara TUHAN … dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya“, maka kutuk “menjadi ekor” (Ulangan 28:44) adalah bagian kita.

Mengapa TUHAN memandang salah pernyataan saya sebelumnya adalah karena sebuah alasan sederhana, yaitu saya meninabobokkan umat Tuhan, saya membangkitkan iman dan emosi orang, berdasarkan sebuah pernyataan yang sesungguhnya bukanlah kebenaran Firman Tuhan.

Mungkin bagi banyak orang, mungkin bagi pengkhotbah lain, hal ini bukanlah masalah yang besar. Tapi bagi TUHAN ini adalah sebuah kesalahan, membawa orang percaya untuk beriman kepada sesuatu yang salah. Mengatakan bahwa TUHAN akan melakukan sesuatu, padahal Dia tidak pernah menyatakannya.

Sekali lagi, saya meminta maaf untuk kesalahan menangkap dan menyampaikan maksud kebenaran Firman Tuhan. Tulisan-tulisan saya berikutnya akan menjadi lebih keras, supaya kita bersama-sama kembali kepada kebenaran yang murni dari Alkitab.

Iman kita haruslah diarahkan kepada Tuhan Yesus Kristus, dan dasar iman kita adalah kebenaran Firman Tuhan.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.