Apakah mereka menyebut saya pahlawan?

[en]Read: Hebrew 11

The word hero is very evocative. It causes mental images to spring up in all of our minds. Heroes are strong, brave, and admirable. But what exactly is it about them that makes you say, “I want to be like them?” What makes them a hero? I, like most of you, have often wondered if I have what it takes to be a hero.

We recognize and revere heroes because they don’t quit; they claw their way back from adversity. I’ve always heard that adversity causes some men to break and others to break records. This is what makes “heroes.” When we were little, it didn’t matter what trouble our heroes got into-they always came out on top!

They had to go through tough times; however, times like those are the womb of heroes. Even if their own mistakes precipitated their personal disaster, somehow they found a way to “come back,” to initiate a magnificent turnaround.

If you look at heroes you see that there is another principle paralleled with tough times being the womb of heroes and that is the fact that failure is often also the womb of success. I tend to be equally drawn toward those who did not just conquer and never fail, but also those who “came back” from the abyss of failure.

This was pointed out in Hebrews 11 where it lists the Heavens hall of heroes. It is amazing that many people who suffered periods of immense failure, including David and Samson, were included. Heaven made a point to show that the heroes were not just the ones who never failed but those who came back from failure. This means there is hope for us after all!

Each of us has the ability to be heroes. We have a choice. We can decide to let our circumstances determine who we are or we can overtake them.

You have the ability to choose to be the hero or the villain of your own life. Which will you choose?[/en]

[id]Baca : Ibrani 11

Berbicara mengenai “hero” sungguh menggugah semangat kita. Mereka adalah orang-orang  yang kuat, berani, dan mengagumkan. Tapi hal apa sebenarnya yang membuat Anda berkata, “Aku ingin menjadi seperti mereka?” Apa yang membuat mereka menjadi pahlawan? Saya, seperti juga Anda, sering bertanya-tanya apakah saya memiliki kualitas yang diperlukan untuk menjadi seorang pahlawan.

Kita mengakui dan menghormati pahlawan karena mereka tidak pernah berhenti, mereka menemukan jalan keluar dari keterpurukan. Saya pernah mendengar bahwa kesulitan menyebabkan beberapa orang untuk berhenti dan menyebabkan orang lain lebih bersinar. Hal inilah yang menciptakan seorang pahlawan. Saat kita masih kecil, tidak peduli apa kesulitan macam apapun pahlawan kita selalu berdiri terkahir menjadi pemenang!

Mereka memang melewati masa-masa sulit, namun waktu seperti bagi mereka adalah “kawah Candradimuka”. Bahkan saat mereka jatuh oleh kesalahan mereka sendiri, entah bagaimana mereka selalu menemukan cara untuk bangkit kembali.

Jika Anda melihat para pahlawan ini akan terlihat bahwa bagi mereka kegagalan sering juga menjadi “rahim” kesuksesan. Saya berpikir bahwa para pahlawan ini memiliki kekuatan untuk keluar dari jurang kegagalan.

Hal ini ditunjukkan dalam daftar para pahlawan Surga di Ibrani 11. Sungguh menakjubkan bahwa banyak orang yang mengalami masa kegagalan besar, termasuk Daud dan Simson, masuk di dalamnya. Surga menunjukkan bahwa pahlawan tidak hanya orang-orang yang tidak pernah gagal tetapi mereka yang kembali dari kegagalan. Ini berarti ada harapan bagi kita semua untuk menjadi “hero”!

Setiap kita memiliki kemampuan untuk menjadi pahlawan. Kita semua punya pilihan. Kita dapat memutuskan untuk membiarkan keadaan menentukan siapa kita atau kita dapat mengalahkan keadaan itu.

Anda memiliki kemampuan untuk memilih menjadi pahlawan atau penjahat di dalam hidup Anda sendiri. Mana yang akan Anda pilih?[/id]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.