Dampak “negatif” Linux kepada Linuxers

Posting ini tidak bermaksud mengatakan bahwa Linux memiliki dampak buruk kepada para penggunanya secara umum. Tulisan ini sebenarnya muncul saat kemarin saya memperhatikan bahwa ternyata menggunakan Linux, membawa perubahan pada diri saya pribadi, saat dipandang oleh orang lain.

Mungkin, para ‘penguin’ lainnya tidak mengalami persis seperti saya ini. Tetapi hal-hal ‘buruk’ inilah yang muncul dalam saya sejak saya aktif menggunakan Linux, khususnya Ubuntu.

Pertama, sejak menggunakan Linux, saya menjadi orang yang bodoh dalam hal virus dan antivirus komputer. Dulu saya cukup sering menjadi referensi dari teman-teman perihal virus komputer dan antivirus yang tepat untuk membasminya. Atau saya juga sering ditanyai tentang kiat-kita untuk mencegah virus komputer yang merajalela.

Sekarang, kalau ada yang tanya tentang virus dan antivirus, sudah jadi kayak orang bodoh. Paling-paling jawabannya adalah ‘pindah saja ke Linux’ 🙂

Kedua, sejak menggunakan Linux, saya menjadi orang yang bodoh tentang sistem operasi Windows, dan aplikasi-aplikasi berbasis Windows lainnya. Bukannya tidak mengikuti, tetapi karena sudah lama tidak menggunakan, ya akhirnya beberapa hal menjadi lupa. Sekarang kalau ditanya tentang aplikasi-aplikasi ‘proprietary’, seringnya menjawab ‘wah, sudah lupa’.

Ketiga, sejak menggunakan Linux, sering dianggap suci oleh orang lain, bahkan dijuluki ‘provokator Linux. Masalah sebenarnya bukan tentang menjadi suci atau tidak suci, tetapi sekarang muncul rasa bersalah dan tidak damai sejahtera kalau menggunakan aplikasi bajakan, itu saja sih.

Yah, saya sebenarnya tidak mengajak orang untuk meninggalkan Win****. Hanya saja, saya mengajak orang menggunakan software-software yang legal dan meninggalkan software bajakan. Kalau mau pakai Windows, ya beli yang legal dong, jangan pakai yang bajakan. Demikian juga dengan aplikasi lainnya.

Bahkan saya sempat ‘berteriak’ juga kepada beberapa gereja, kalau menggunakan aplikasi Easy Worship, jangan pakai yang bajakan, beli yang legal. Atau kalau tidak, pilih aplikasi-aplikasi yang freeware, ada kok yang lain — free dan halal

Yang penting dalam penggunaan software komputer adalah, perhatikan hukum legalnya dan hormati hak intelektual dan patennya ya. Setuju ya dengan saya! Tidak masalah tidak pakai Linux, tapi berhenti dong pakai yang bajakan.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

2 thoughts on “Dampak “negatif” Linux kepada Linuxers

  1. ariangsoft.blogspot.com

    itu bukan dampak negatif gan, tapi itulah resiko ketika orang baik mau berbuat. Sejak menggunakan linux saya malah semakin semangat kok untuk membagi ilmu dan lebih terbuka kepada semua orang tentang apa pentingnya Legal itu. Oh iya saya kutip artikel dari anda.

    Reply
    1. martianuswb Post author

      He..he..he, makanya negatifnya dalam tanda kutip 🙂 Semangat ber-Linux!
      Kalau mau kutip artikel, monggo mas, silakan saja, tidak perlu minta izin.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.