Berdoa bukan sekedar meminta, mencari, dan mengetok pintu

Baca: Matius 7:7-11

Berapa banyak di antara kita yang begitu hapal frase-frase ini, “meminta, mencari, mengetok pintu”. Sampai setiap kali saya berkhotbah tentang doa dan bertanya mengapa Anda berdoa, maka jawabannya adalah frase-frase di atas.

Tidak salah jika Anda beranggapan bahwa kita berdoa karena Alkitab memerintahkan supaya kita meminta, mencari, dan mengetok pintu. Tetapi saya ingin membawa Anda kepada pemahaman kebenaran yang lebih dalam lagi tentang doa.

Misalkan begini, jika saya tidak berdoa apakah Tuhan tahu keperluan dan kebutuhan saya? Ya, pasti. Misalkan lagi, jika saya tidak berdoa, apakah Tuhan bisa memenuhi keperluan saya? Ehm, saya kok percaya ya bahkan jika saya tidak tahu keperluan saya dan oleh karenanya saya tidak mendoakannya, tetapi karena Yesus sangat peduli kepada anak-anak-Nya, maka hal yang tidak saya doakan pun akan Dia berikan pada waktu-Nya yang tepat.

Kalau begitu, mengapa Tuhan melalui ayat-ayat di atas memerintahkan kita berdoa? Tolong perhatikan ayat 9-11, ada pernyataan berikut “Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Yang menarik bagi saya adalah, setelah ada perintah “meminta, mencari, dan mengetok pintu”, maka ilustrasi yang dimunculkan Tuhan Yesus adalah tentang anak dan Bapa. Saya menangkapnya demikian, berdoa bukan sekedar meminta, mencari, dan mengetok pintu, tetapi lebih dalam lagi tentang saya dan Anda sebagai Anak, dan DIA sebagai Bapa.

Yang lebih Tuhan perlukan dari kita di dalam doa, bukan tentang meminta, melainkan tentang kerinduan Bapa untuk dekat dengan anak-anak-Nya. Bagi Tuhan untuk memenuhi keperluan dan kebutuhan saya bukanlah hal yang sukar, tetapi jauh lebih berharga adalah waktu-waktu di mana saya datang mendekat kepada-Nya. Itulah arti doa menurut saya.

Bisakah kita memberikan waktu untuk mendekat kepada Bapa sebagai anak-anak-Nya? Bukan sekedar meminta, tetapi menjalin hubungan yang menyenangkan Bapa kita. Bukankan setiap ayah di dunia ini senang melihat anak-anaknya bercengkerama dengannya. Begitu juga Bapa kita di Surga sangat menantikan waktu-waktu bercengkerama dengan kita.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.