PLN: sebuah ujian kesabaran

Ceritanya sedikit emosi dengan pemadaman listrik dari PLN. Memang sih tidak layak menggerutu dibandingkan kawan-kawan lain di lura Jawa yang katanya bisa setiap hari ada pemadaman listrik dan sehari bisa terjadi beberapa kali. Cuma, akhir-akhir ini menemukan pemadaman listrik dari PLN sudah terasa membabi-buta 🙂

Tidak tepat saja waktunya. Sudah suhu panas, jamnya tidur, butuh kipas angis/AC … eh listrik mati. Jamnya kerja dengan komputer, lagi-lagi listrik mati. Kapan hari waktu menghadiri ibadah perayaan Natal di sebuah gereja, listriknya mati dari pagi hari dan baru nyala setelah ibadah selesai.

Parahnya lagi, dari pengalaman saya, nomor telepon PLN lokal kalau pas listrik mati selalu saja tidak bisa dihubungi. Tadi pagi iseng-iseng telepon ke PLN Manahan — pas tidak padam listriknya — eh, bisa lho dihubungi. Kalau lewat Twitter @pln_123 juga jawaban adminnya juga standar semacam itu. Bahkan dulu kalau laporan lewat Twitter selalu — sekali lagi selalu — dan pasti ditanya “apakah yang padam satu rumah atau banyak rumah?”. Lhah, laporannya sudah disebutkan satu kampung listrik mati masih ditanya satu rumah atau banyak rumah.

Sudah pernah usul ke PLN Solo ini supaya punya akun sosial media seperti di beberapa kota lain, cuma ya sampai sekarang tidak juga ada. Jadi, tiap kali listrik mati tidak ada penjelasan yang baik dari PLN sebelum kita tanya. Terus mau tanya kemana, teleponnya juga musti tulalit kok. Beberapa bulan yang lalu waktu musimnya anak-anak ujian, eh pas jam belajar listrik mati setiap hari. Pas petugasnya memperbaiki dibilangnya karena kampung ini banyak kost-kostan yang setiap kamar pakai AC jadi dayanya tinggi. Lhah, dulu pas mengajukan penambahan daya kok ya disetujui. Ini malah menyalahkan pelanggan.

Jurnal pemadaman listrik

Jurnal pemadaman listrik

Okay, STOP berhenti menggerutunya. Jadi, daripada gagal ujian kesabaran dari PLN akhirnya saya memutuskan membuat jurnal pemadaman listrik PLN. Isinya sih sederhana, supaya bisa mencatat seberapa sering terjadi pemadaman listrik. Saya buat di Google Sheet secara online. Harapannya kawan-kawan yang merasa terganggu dengan pemadaman listrik PLN bisa ikut mengisi di tautan di bawah ini.

JURNAL Pemadaman Listrik PLN

 Solusinya? Yah, saran saya kalau tidak mau terganggu pemadaman listrik PLN ya gunakan alternatifnya, beli genset atau pasang panel surya. Begini, listrik itu kan sudah jadi kebutuhan pokok di negeri ini dan dimonopoli oleh PLN. Itu yang sebenarnya menurut saya jadi masalah. Katakanlah telepon Telkom mati, kita masih bisa gunakan smartphone dengan penyedia jasa lainnya. Atau katakanlah stok Pertamina terhambat, kita masih bisa beli BBM di Shell. Lha, kalau listrik mati, mau cari ganti ke mana coba?

Jadi, silakan yang mau ikut isi jurnal pemadaman listrik PLN ini. Yah, ini jadi sarana protes saya ke PLN sih.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.