Yang tidak akan saya pilih di 9 April 2014

Sekali-kali berceloteh tentang politik ah, kebetulan katanya ini tahun politik kan. Sebenarnya seminggu ini ada sedikit rasa gundah politik, karena seminggu lagi sudah masa kampanye, sementara saya masih tidak ada pandangan tentang para caleg ini.

Coba-coba mampir ke situs KPU, baik pusat, daerah, maupun tingkat kota. Nah, untuk caleg DPR dari Dapil Jawa Tengah V, beberapa wajah memang saya tahu, mungkin karena kebetulan sering masuk berita ya mereka ini. Masuk ke KPU Jawa Tengah, eh di sana bukannya menampilkan profil para caleg, malahan dipajang hasil scan dari surat penetapan caleg DPRD I, bayangkan coba, hasil scan, bikin malas membacanya to. Untuk calon anggota DPD, sama sekali tidak ada yang tahu. Yang lebih parah untuk caleg DPRD II, di kota saya sendiri, malah tidak satupun yang saya tahu. Heran, apa saya sebuta ini dengan politik ya.

KORA - Maskot Pemilu 2014 (http://kpu.go.id)

KORA – Maskot Pemilu 2014 (http://kpu.go.id)

Saya ini tidak pernah punya niat untuk menjadi golput. Paling tidak ada keinginan untuk membuat Indonesia lebih baik dengan memilih wakil-wakil yang tepat. Meski ada juga motivasi terselubung sih. Ada satu partai yang saya ingin mereka kalah di Pemilu ini, yah paling tidak sih berkurang porsi kursinya di Parlemen dan di Pemerintahan. Akhirnya daripada bingung siapa yang akan saya coblos di 9 April nanti, saya gunakan saja logika terbalik, yaitu membuat kriteria siapa saja yang tidak akan saya pilih di pileg ini. Okay, ini kriteria saya.

1. Caleg yang berasal dari partai berbasis agama

Paling anti saya dengan partai-partai ini. Dulu sih ada partai yang katanya berbasis agama Kristen. Pendeta teriak-teriak supaya pilih partai ini. Duh, mana mungkin bakal saya dengarkan. Begini ya, namanya wakil rakyat itu kan mewakili rakyat, nah kalau cuma mewakili rakyat dari agama yang sama dengannya, apa iya layak disebut wakil rakyat. Jadi, katakan tidak pada partai agama! Prinsip pribadi lhoh ya.

2. Caleg yang berasal dari partai yang kalau kampanye suka buat macet jalan.

Nah ini nih yang paling tidak saya suka dari masa kampanye. Di jalan, knalpot motor dilepas, gas digeber, buat suara yang bising. Belum lagi tidak peduli lampu merah, di pom bensin tidak bayar, wah sudah, tidak bakalan saya pilih. Kalau mengatur kadernya saja tidak bisa, kok mau mengatur negara, pret!

3. Caleg yang wajahnya banyak saya temui nempel di pohon, di baliho, di spanduk. Pokoknya semakin banyak saya melihatnya, potensi tidak saya pilih semakin besar.

4. Caleg yang berasal dari partai yang kadernya terlibat korupsi. Jelas!

5. Caleg yang berasal dari partai dengan regenerasi kepemimpinan yang bermasalah. Ini yang paling parah menurut saya. Lha wong mau jadi pengurus partai saja saling sikut kok, bagaimana mau jadi pejabat negara.

6. Caleg yang berasal dari partai yang mengumbar kampanye secara masif di media. Berapa banyak uang yang mereka keluarkan, terus mau balik modal lagi bagaimana?

Nah, sudah dipersempit to kriterianya. Masih ada waktu satu bulan untuk menimbang-nimbang. Yah, doa saya sih sebenarnya sederhana, “jauhkanlah saya ya Tuhan, dari menjadi golput di Pemilu 2014 ini”. Tapi kalaupun harus golput, bukankah semua orang juga bebas memilih untuk tidak memilih. Atau kalau pada akhirnya saya jatuh cinta pada semua caleg ini, ya saya kan tidak mau pilih kasih to, saya akan pilih semuanya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.