Zona nyaman bisa membunuhmu

Neale Donald Walsch pernah menuliskan demikian, “Life begins at the end of your comfort zone.” Kita semua setuju bahwa zona kenyamanan adalah daerah yang berbahaya. Dalam bahasa saya, zona nyaman itu dapat membunuh kita.

Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir. Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.” Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.[1]

On the fifteenth day of the second month after they had left Egypt, the whole company of Israel moved on from Elim to the Wilderness of Sin which is between Elim and Sinai. The whole company of Israel complained against Moses and Aaron there in the wilderness. The Israelites said, “Why didn’t God LET US DIE IN COMFORT in Egypt where we had lamb stew and all the bread we could eat? You’ve brought us out into this wilderness to starve us to death, the whole company of Israel!” God said to Moses, “I’m going to rain bread down from the skies for you. The people will go out and gather each day’s ration. I’m going to test them to see if they’ll live according to my Teaching or not.[2]

Exodus 16:1-4 (The Message)

Exodus 16:1-4 (The Message)

Lihat bagaimana bangsa Israel bisa begitu nyaman dengan perbudakan. Jika Anda bertanya-tanya bagaimana mungkin orang bisa nyaman diperbudak dan dijajah, baca saja kisah di atas.

Ini juga yang menjadi stretegi iblis memperbudak manusia. Banyak orang tidak merasa bahwa hidup mereka ada di dalam genggaman iblis. Iblis membuat hidup menjadi nyaman, sehingga kita tidak merasa bahwa kita adalah budak iblis.

Tuntutan hidup dalam ketundukan kepada Allah sesungguhnya bukanlah beban ataupun belenggu. Itu adalah tangan Allah yang menarik kita untuk keluar dari kenyamanan yang dipakai oleh iblis untuk pelan-pelan membunuh kita.

Jadi, ketika TUHAN memaksa kita keluar dari zona nyaman itu, sesungguhnya Dia menghendaki kita untuk hidup.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Keluaran 16:1-4
  2. [2]Exodus 16:1-4 (The Message)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.