10 Hukum Twitter (bagian 2)

#6 Thou shalt not Troll 

Dalam penggunaan internet, trolling diartikan sebagai kegiatan memposting tulisan atau pesan menghasut dan seringkali tidak relevan dengan topik yang dibicarakan di komunitas online seperti forum, chatting, blog, atau juga social network. Tujuan dari trolling ini adalah memprovokasi dan memancing emosi para pengguna internet lainnya. Dalam dunia internet, pelaku trolling ini disebut troller. Kalau Anda mencari padanannya dalam dunia nyata, troller bisa Anda artikan sebagai provocateur alias provokator! Kalau dibilang “mulutmu harimaumu”, maka di internet juga ada “postingan-mu harimaumu” atau “tweet-mu harimaumu”.

#7 Thou shalt not bear false Twittness

Jangan menuliskan kebohongan di Twitter. Saya rasa cukup jelas!

#8 Thou Shalt not ReTweet indiscriminately

Jika Anda me-RT seseorang, jangan dipotong. Gunakan aplikasi atau link yang memungkinkan Anda me-RT secara penuh. Jangan sembarangan memendekkan atau memperpanjang tweets orang lain.

#9 Thou Shalt not abuse the Direct Message (DM)

Gunakan DM dengan bijaksana, jangan bombardir followers Anda dengan DM yang tidak terlalu penting.

#10 Thou shalt not BOT

Okay, sebenarnya BOT bisa berguna dengan baik, tetapi seringnya BOT lebih mengganggu. Karena itu, jangan gunakan BOT!

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.