Stop internet “trolling”!

Trolling merupakan istilah yang berasal dari dunia mancing-mania. Istilah ini sangat dikenal oleh para pemancing, terutama yang hobi memancing di laut dalam. Beberapa kail fiber dipasang di buritan sementara kapal melaju dalam kecepatan tertentu. Kail yang telah dipasangi umpan terbawa ke kedalaman tertentu, menggugah ikan barracuda yang lahap mengejarnya. ketika umpan tersantap, kail pun melengkung sampai membentuk busur, sementara bunyi gulungan senar atau tali kail terulur menahan entakan barracuda.

Belakangan, di dunia internet muncul istilah trolling ini. Jika dalam dunia nyata memancing trolling berkonotasi baik, trolling dalam dunia internet berkonotasi buruk. Dalam penggunaan internet, trolling diartikan sebagai kegiatan memposting tulisan atau pesan menghasut dan seringkali tidak relevan dengan topik yang dibicarakan di komunitas online seperti forum, chatting, blog, atau juga social network. Tujuan dari trolling ini adalah memprovokasi dan memancing emosi para pengguna internet lainnya. Dalam dunia internet, pelaku trolling ini disebut troller. Kalau Anda mencari padanannya dalam dunia nyata, troller bisa Anda artikan sebagai provocateur alias provokator!

Bagi saya, tentu saja para troller ini adalah netter yang jelas-jelas tidak pernah diajari yang namanya bersopan-santun. Saya ingin menekankan prinsip yang sederhana. Kalau dibilang “mulutmu harimaumu”, maka di internet juga ada “postingan-mu harimaumu” atau “tweet-mu harimaumu”. Berpikirlah dengan logika dan nurani yang sehat sebelum Anda mengetikkan kata-kata di keyboard Anda untuk di-posting ke internet. Bukannya melarang berpikiran dan berkomentar yang kritis, tetapi jangan sampai memancing emosi dan tidak melenceng keluar dari topik yang sedang diperbincangkan. Sementara, jika Anda sedang menghadapi para troller ini, Tim O’Reilly mengusulkan beberapa langkah untuk mengabaikan mereka:

  1. Bertanggung jawab tidak hanya kepada kata-kata sendiri, tetapi juga komentar-komentar yang Anda izinkan termuat dalam situs (blog, web, social network) Anda
  2. Menandai komentar-komentar yang mulai bernada makian
  3. Pertimbangkan untuk menghapus komentar-komentar trolling
  4. Abaikan troller
  5. Upayakan percakapan offline dan bicara langsung (kop-dar) atau cari penengah yang bisa mengatasi masalah
  6. Jika Anda tahu seseorang berperilaku buruk, beritahu saja mereka
  7. Jangan pernah katakan sesuatupun secara online yang tidak akan Anda katakan secara pribadi

Ingat, sekalipun Anda berkomunikasi secara maya di Internet, yang Anda ajak berkomunikasi juga adalah manusia yang punya perasaan dan kadangkala harga diri yang tinggi. Tetap bersopan santun di internet ya!

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.