Exposure vs Impact : menyelidiki motivasi hati dalam melayani

This is Bahasa Indonesia version of an article written by Pastor Scoot Jones, a Senior Pas tor of Grace Church of Humble, a multi-campus church in the Metro-Houston area, and also the Chairman of the Global Network of Christian Ministries


Saya menyarankan seluruh sahabat-sahabat saya yang terjun di dalam pelayanan, dengan membaca tulisan ini, untuk melihat kembali ke dalam hidup pelayanannya, dan mengukur setiap motivasi kita dalam melayani. Tanpa ada niat menghakimi, saya menerjemahkan artikel ini, karena Pastor Scott Jones menuliskannya di dalam blog beliau dan ini merupakan pesan yang kuat bagi seluruh pelayan Tuhan. Tulisan beliau sungguh menjadi rhema dan memberkati saya, saya harap Anda pun juga turut diberkati.

Mengenai judul di atas “Exposure vs Impact”, saya kesulitan menemukan padanan kata yang tepat di dalam bahasa Indonesia, maka saya membiarkannya tetap demikian supaya tidak ada bias dan ambigu dalam penafsirannya.

Scott Jones menulikan karakteristik pelayanan yang hanya memikirkan “exposure” sebagai berikut:

  1. Exposure adalah tentang dikenal orang, dilihat orang, dan diterima orang lain
  2. Exposure selalu mencari “panggung pertunjukan” yang lebih besar
  3. Exposure mencari kebanggaan di dalam hubungan, dan dengan mudah melupakan orang yang tidak membawa keuntungan
  4. Exposure menggunakan satu hubungan sebagai batu loncatan untuk mencapai hubungan-hubungan lain yang lebih menguntungkan
  5. Exposure adalah “event driven” — semakin besar event-nya, semakin besar sukacitanya

Sementara, beliau juga menuliskan pelayanan “impact” sebagai berikut:

  1. Impact adalah tentang mengenal orang, melihat orang, dan menerima orang lain
  2. Impact melihat “panggung” yang lebih besar sebagai tanggung jawab yang lebih besar untuk menjangkau jiwa-jiwa
  3. Impact tidak pernah melupakan, tetapi selalu mengingat jiwa-jiwa
  4. Impact menggunakan hubungannya untuk menolong orang lain bergerak lebih maju
  5. Impact itu “experience driven” — semakin besar pengalamannya, tidak peduli besar kecilnya event, akan membuatn dampaknya semakin besar

Pertanyaan untuk Anda dan saya adalah, bagaimana motivasi hati kita dalam pelayanan? Apakah exposure atau impact?

Saya pernah berbicara di depan puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan orang. Saya pernah berbicara di depan para petinggi pemerintahan. Setelah membaca dan menuliskan ini, serta merenungkannya, saya tahu bahwa yang saya lakukan hanya “exposure”. Saya membuat banyak pendengar terpesona, paling-paling saya hanya bisa “menginspirasi” hidup mereka. Tetapi apakah saya memberikan “impact” — dampak dalam hidup mereka? Saya tidak yakin demikian.

Tetapi saat saya bersama dengan segelintir orang, satu-dua orang sahabat saya. Di mana saya jarang berbicara langsung dengan mereka, tetapi saya membagikan hidup saya, saya sangat tahu bahwa hubungan kami, persahabatan kami, mentoring, fathership, discipleship yang kami kerjakan akan memberikan dampak hingga akhir hidupnya. Itulah “impact”!

Sekali waktu saya diundang berkhotbah di salah satu gereja. Setelah selesai berkhotbah, ada seorang dokter menghampiri saya. Dia dulu pernah menjadi “kakak rohani” dalam satu fase tertentu hidup saya. Dia mengatakan, “dulu aku mengajari engkau tentang Firman Tuhan, sekarang engkau memberkati kami dengan khotbahmu!”. Saya mengatakan kepadanya, “Apa yang Anda dulu kerjakan dalam hidup saya, hidup yang Anda bagikan kepada saya, itu memberikan dampak yang tidak akan pernah hilang dalam hidup saya”.

Seorang sahabat pernah mengatakan, “jangan hanya menginspirasi, buatlah impact dalam hidup orang lain”. Amin untuk itu. Saya menginginkan impact, bukan exposure dalam pelayanan dan kehidupan saya. Bagaimana dengan Anda?


CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.