Jesus’ I-D-E-A

      No Comments on Jesus’ I-D-E-A

Jika kita mau melihat dengan seksama di dalam Alkitab, kita akan menemukan model ideal dari mentoring yang diperagakan oleh Sang Guru Agung, Tuhan Yesus sendiri. Yup, benar! Tuhan Yesus sendiri mengerjakan mentoring selama Beliau hidup di dunia ini. Mengapa kita tidak meneladaninya? Saya mempercayai bahwa kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang telah mempersiapkan para penerusnya. Ada orang-orang yang dipercayai untuk memegang api estafet bagi gerakan-gerakan di masa depan.

Tuhan Yesus menyambut orang-orang yang datang kepada-Nya untuk dimentoring. Dia adalah Mentor tertinggi, dulu dan sekarang. Matius 11:28-30 menyatakan demikian, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan“. Pada zaman itu, kuk digunakan untuk lembu pada saat binatang-binatang itu bekerja di ladang. Kuk yang Tuhan Yesus katakan dibuat untuk mengekang dua ekor lembu, yang satu kuat dan yang lain lemah. Yang lebih lemah dari keduanya ada di sana untuk belajar apa artinya bekerja di ladang lewat pelatihan sambil kerja dari si lembu yang lebih kuat. Hampir seluruh beban dipikul oleh lembu yang kuat sampai proses perkembangannya selesai. Yup! Ini benar-benar gambaran mentoring yang luar biasa. Para mentee cukup melangkah masuk dan tetap ada dalam proses mentoring sampai mereka bisa melakukannya untuk orang lain lagi.

Saat kita membaca perjalanan hidup Tuhan Yesus bersama rasul-rasul-Nya, kita bisa meringkas model mentoring Tuhan Yesus dengan mengambil kata “IDEA”. Dia melakukannya sebagai berikut

I – INSTRUCTION (Perintah) >> Tuhan Yesus mengajar dan memberi perintah kepada murid-murid-Nya secara lisan

D – DEMONSTRATION (Demonstrasi) >> Tuhan Yesus meneladani kebenaran supaya diamati oleh pada murid

E – EXPERIENCE (Pengalaman) >> Tuhan Yesus membiarkan paramurid untuk berpartisipasi/menerapkan kebenaran itu sendiri

A – ACCOUNTABILITY (Pertanggungjawaban) >> Tuhan Yesus mengecek pengalaman mereka bersama dan menilai pertumbuhan para murid

Untuk menggunakan model mentoring Tuhan Yesus ini, Anda harus melakukan lebih dari sekedar berbicara dengan mentee Anda. Tidak diragukan, kata-kata Anda akan berguna. Tetapi, perubahan hidup hanya akan terjadi secara permanen kalau Anda:

  • Membantu mereka lewat MENGETAHUI;
  • Membantu mereka dengan MENUNJUKKAN;
  • Membantu mereka untuk BERGERAK;
  • Membantu mereka untuk melihat PERTUMBUHAN mereka senciri

Tuhan Yesus memperlakukan para murid atau mentee-Nya lebih sebagai orang-orang yang magang (apprentice), daripada sebagai akademisi (student). Mereka sedang berada dalam “pelatihan kerja nyata”. Inilah intisari dari mentoring. Yaitu pengenalan bahwa manusia “memperoleh” kebenaran jauh lebih cepat kalau dipelajari dari hubungan dan pengalaman daripada lewat ruang kelas yang gersang.


Disarikan dari: “Mentoring” — Tim Elmore

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.