Pandangan seorang saleh tentang alam maut

Beberapa hari ini jadwal pembacaan Alkitab saya kembali masuk ke kitab Ayub. Kali ini yang menarik hati saya adalah bagaimana Ayub – si orang saleh – memandang alam maut. Benar bahwa waktu itu Ayub dalam kondisi tertekan, tetapi pandangan dan ucapannya jernih.

Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan? Mengapa pangkuan menerima aku; mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu? Jikalau tidak, aku sekarang berbaring dan tenang; aku tertidur dan mendapat istirahat bersama-sama raja-raja dan penasihat-penasihat di bumi, yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya, atau bersama-sama pembesar-pembesar yang mempunyai emas, yang memenuhi rumahnya dengan perak. Atau mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang? Di sanalah orang fasik berhenti menimbulkan huru-hara, di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat. Dan para tawanan bersama-sama menjadi tenang, mereka tidak lagi mendengar suara pengerah. Di sana orang kecil dan orang besar sama, dan budak bebas dari pada tuannya.[1]

Ketika berbicara tentang kematian atau alam maut, Ayub tidak sedang berbicara tentang neraka. Ingat, dalam Perjanjian Lama tidak disebutkan satu ayat pun tentang neraka. Alam maut di sini adalah Sheol dalam bahasa Ibrani, Hades dalam bahasa Yunani, atau dalam bahasa Jawanya teleng palimengan. Apa pandangan Ayub tentang alam maut?

Pertama, di sana semua orang mendapat istirahat.

Aku tertidur dan beristirahat …

Di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat.

Kedua, alam maut menyambut semua orang. Baik raja-raja, penasihat-penasihat, orang fasik, para tawanan, para pengerah, orang kecil, orang besar, budak, maupun tuan.

Ketiga, alam maut tidak memandang derajad. Apa yang disebut pangkat, kehormatan, harga diri, kemuliaan, harta, dan kekayaan tidak laku di alam maut.

Maka pertanyaannya, mengapa kita membanggakan dan mengejar begitu banyak hal yang tidak punya nilai di kekekalan?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Ayub 3:11-19 ITB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.