Perkembangan kasus Asia Bibi

Suami dan anak Asia Bibi (http://blog.opendoorsusa.org/)

Suami dan anak Asia Bibi (http://blog.opendoorsusa.org/)

Beberapa tahun yang lalu, saya sudah pernah menuliskan tentang Asia Bibi – seorang wanita Pakistan yang divonis hukuman gantung karena dituduh menghujat Nabi Muhammad SAW. Perkembangan terakhir beberapa pekan yang lalu, usaha banding Asia Bibi di tingkat High Court ditolak. Berikut ini beberapa fakta singkat tentang Asia Bibi, supaya kita bisa mendukung dalam doa.

  • Asia Bibi divonis hukuman mati pada tahun 2010 setelah dituduh menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW saat berdebat dengan seorang wanita Muslim.
  • Hanya ada dua saksi atas kejadian itu, wanita Muslim yang berdebat dengannya dan adik perempuannya.
  • Asia Bibi kini berusia 50 tahun dan memiliki lima orang anak.
  • Asia Bibi menghabiskan lima tahun di penjara sejak penahanannya di tahun 2009.
  • Paus Benedict XVI sudah mengajukan permohonan resmi ke pemerintah Pakistan untuk membebaskan Asia Bibi.
  • Beberapa sumber terpercaya mengatakan kepada World Watch Monitor bahwa banyak hakim tidak bersedia menangani kasus ini karena takut terhadap ancaman kelompok garis keras.
  • Naeem Shakir, pengacara Asia Bibi dalam pembelaannya mengutip Pakistan Penal Code: “The contention raised is that any disrespect or use of derogatory remarks etc. in respect of the Holy Prophet comes within the purview of hadd (‘Islamic law’) and the punishment of death provided in the Holy Qur’an and Sunnah cannot be altered.” Jika ini benar, maka tuntutan terhadap Asia Bibi bisa dinyatakan cacat hukum.
  • Sejak 2009, suami Asia Bibi dan anak-anaknya harus bersembunyi dan berpindah-pindah tempat.
  • Pada Desember 2010, seorang ulama terkemuka Pakistan menawarkan lebih dari 50 juta rupiah kepada siapa saja yang bisa membunuh Asia Bibi.
  • Pengacara Asia Bibi hanya punya waktu 30 hari untuk mengajukan banding ke tingkat Supreme Court.

Saya mengajak Anda untuk berdoa bagi Asia Bibi, supaya hanya kehendak Bapa saja yang jadi atas kehidupannya, dan supaya kasus ini menjadi kesaksian yang menyelamatkan jiwa-jiwa.

Sumber >> http://blog.opendoorsusa.org/

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.