Ingatlah pengalamanmu bersama Tuhan

Deutronomy 11:2 (GNB)

Deutronomy 11:2 (GNB)

Beberapa hari yang lalu, saya tertegun dengan Ulangan 11:2

Kamu tahu sekarang–kukatakan bukan kepada anak-anakmu, yang tidak mengenal dan tidak melihat hajaran TUHAN, Allahmu–kebesaran-Nya, tangan-Nya yang kuat dan lengan-Nya yang teracung, [1]

Saya menjadi lebih terpesona lagi waktu melihat beberapa terjemahan Alkitab untuk ayat ini. Terjemahan Good News Bible menuliskan ini:

Remember today what you have learned about the LORD through your experiences with him.[2]

Dan juga terjemahan GOD’S WORD yang menuliskan:

Remember today the discipline you learned from the LORD your God.[3]

Dalam pengalaman kita bersama dengan Tuhan, ada hal-hal yang kita pelajari, ada pendisiplinan-pendisiplinan yang kita lalui. Ayat di atas berkata, jangan kita melupakan dan mengabaikan hal-hal itu. Memang, kadangkala itu bukanlah pelajaran yang manis dan mengenakkan, tetapi harus selalu kita ingat bahwa di dalam perkara-perkara itu, selalu ada pelajaran yang indah.

Maka, sekiranya ada pengalaman bersama Tuhan yang terasa tidak menyenangkan mungkin sudah tidak waktunya kita bertanya “mengapa”, melainkan bertanya “apa yang Engkau ingin aku pelajari”. Ada beberapa alasan mengapa saya rasa pertanyaan “mengapa” itu menjadi tidak begitu perlu. Pertama, Tuhan tidak mempunyai kewajiban untuk menjelaskan segala sesuatu kepada kita. Ingat yang terjadi kepada Ayub? Kita bisa tahu latar belakang yang terjadi pada Ayub, karena kita bisa membacanya di dalam Alkitab. Tetapi bagi Ayub tidaklah demikian. Sepanjang 37 pasal Tuhan berdiam diri. Saya rasa ada kemiripan guru kita dengan Tuhan saat sedang ujian. Ingat waktu masih sekolah, saat sedang ujian, guru kita lebih memilih berdiam diri. Mirip dengan Tuhan ya. Tetapi juga ada perbedaannya. Kalau di sekolah, kita dapat pelajarannya lebih dulu, baru kemudian mengikuti ujian. Tuhan seringkali berkebalikan, baru setelah menjalani ujian, kita bisa memahami apa pelajarannya. Seringkali pemahaman akan datang setelah ketaatan. Kedua, kalaupun Tuhan memberikan penjelasan atas apa yang terjadi dalam hidup kita, kemungkinan besar pikiran kita tidak bisa memahami rancangan Tuhan. Ketiga, seringkali penjelasan macam apapun tidak bisa memberikan kepuasan kepada kita.

Saya yakin, baik Anda petobat baru maupun orang yang sudah bertahun-tahun mengikut Kristus, ada begitu banyak pengalaman kita bersama dengan Tuhan, dan tentu saja ada banyak pelajaran yang kita terima. Sayangnya kita seringkali melupakan pelajaran-pelajaran itu, sehingga Tuhan harus mengulang pelajaran itu kepada kita. Bagaimana supaya kita tidak mudah melupakan pelajaran-pelajaran dari Tuhan itu? Kita bisa ingat petunjuk dari Dawson Trotman, “Thoughts disentangle themselves when they pass through the lips and the fingertips.” Kita bisa mulai mencatat pelajaran-pelajaran berharga itu.

Anda bisa membuat sebuah jurnal pengalaman bersama Tuhan. Ini bukan buku harian, ini buku yang berisi pengalaman dan pelajaran yang Anda dapat bersama dengan Tuhan. Atau bisa juga Anda membuat blog. Ada keuntungan tersendiri menulis blog, Anda bisa membaca ulang pengalaman Anda bersama Tuhan, dan Anda bisa membagi pelajaran itu dengan orang lain.

Apapun itu, ingatlah – jangan lupakan – apa yang telah Anda pelajari dari TUHAN dan tentang Dia, melalui pengalaman-pengalaman Anda bersama-Nya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Ulangan 11:2
  2. [2] Deuteronomy 11:2a (GNB)
  3. [3]Deuteronomy 11:2a (GW)

2 thoughts on “Ingatlah pengalamanmu bersama Tuhan

  1. Pingback: Saat Tuhan sama sekali tidak menjawab - Martianus' Blog

  2. Pingback: Belajar Alkitab bersama dokter Lukas (3) | Martianus' Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.