Digerakkan oleh belas kasihan

Belas kasihan (Yun: splagchizomai)

Belas kasihan (Yun: splagchizomai)

Dalam beberapa kisah Alkitab, kita menemukan kalimat yang menunjukkan bagaimana Tuhan Yesus digerakkan oleh belas kasihan. Salah satunya ada dalam petikan berikut.

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus. Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.”[1]

Dalam konteks cerita di atas, sebenarnya Tuhan Yesus sedang ada dalam masalah. Pertama, paling tidak kita menemukan ada kesedihan di sana. Yesus mendengar berita tentang kematian Yohanes Pembaptis yang memiliki hubungan keluarga dengan-Nya. Ada keinginan untuk mengasingkan diri, untuk berkabung. Meskipun tidak tertulis, tetapi ini adalah adat yang normal bagi bangsa Yahudi. Kedua, dengan diikuti orang banyak yang besar jumlahnya, pasti mata pemerintah Romawi tertuju kepada-Nya. Intelejen Romawi pada waktu itu sangat waspada terhadap kumpulan orang-orang, seringkali dicurigai akan mengadakan pemberontakan. Ketiga, ada kemungkinan rasa lelah dan lapar yang juga dialami oleh Tuhan Yesus.

Tetapi masalah-masalah itu menjadi tidak berarti karena hati Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan. Penulis Perjanjian Baru menggunakan kata splagchnizomai untuk menunjuk kepada belas kasihan. Hanya ada dua belas ayat yang menggunakan kata ini. Sebelas di antaranya menggunakan kata ini hanya kepada Tuhan Yesus dan Bapa. Jadi, belas kasihan ini adalah karakter dari Kristus sendiri. Apakah itu artinya hanya Tuhan yang bisa memiliki belas kasihan? Jelas tidak! Lihat petikan bacaan kita di atas, Tuhan Yesus juga mengajarkan murid-murid-Nya untuk memiliki belas kasihan dengan memberi makan kepada orang banyak itu. Dan ada satu ayat lagi yang menggunakan kata splagchnizomai yang dipakaikan kepada manusia. Saya memberikan PR kepada Anda untuk mencari ayat ini, dan belajar dari orang ini bagaimana belas kasihan itu.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Matius 14:12-18

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.