Kerajaan Allah (4): lalang di antara gandum

Ini juga adalah perumpamaan tentang Kerajaan Allah yang sekaligus dijelaskan oleh Tuhan Yesus sendiri, jadi saya tidak akan banyak menafsirkannya. Mari baca terlebih dahulu Matius 13:24-30.

(24) Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. (25) Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. (26) Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. (27) Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? (28) Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? (29) Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. (30) Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

Sementara penjelasan Tuhan Yesus dapat kita baca dalam Matius 13:36-43

(36) Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” (37) Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; (38) ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. (39) Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. (40) Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. (41) Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. (42) Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. (43) Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Beberapa prinsip penting yang bisa kita pelajari dari perumpamaan ini adalah:

  • Di tengah anak-anak Kerajaan, Iblis selalu “menaburkan” anak-anaknya.
  • Siapa itu lalang? Dari ayat 42 kita dapati bahwa lalang adalah segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan.
  • Pada awalnya perbedaan antara anak-anak Kerajaan dan anak-anak si jahat tidaklah kelihatan, bahkan hamba-hamba yang mengelola ladang juga tidak mengetahuinya, sampai kepada saat mengeluarkan bulirnya.
  • Pemisahan antara anak-anak Kerajaan dengan anak-anak si jahat tidak dilakukan sekarang, tetapi saat akhir zaman. Pada waktu itu, orang-orang yang benar yang akan bercahaya.
  • Sementara para penyesat dan orang yang melakukan kejahatan akan dicampakkan ke dalam dapur api.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.