Yusuf Arimatea: the hidden disciple

Majelis Besar atau dikenal sebagai Sanhedrin (yang benar adalah Sanhedrim) adalah kelompok pemimpin bangsa Israel, kemungkinan besar merupakan kelanjutan dari 70 tua-tua yang dipilih pada masa Musa. Majelis Besar terdiri dari perwakilan “kelompok-kelompok” dalam bangsa Israel pada masa Tuhan Yesus, jadi orang Farisi, ahli Taurat, imam-imam, para ilmuwan, para sastrawan, memiliki wakil di Majelis Besar. Mereka dipilih karena keahlian dan kepintarannya, dan memegang kuasa yudikatif, khususnya mengadili pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum-hukum Yahudi, misalnya penyembahan berhala, nabi-nabi palsu, dll.

Yusuf Arimatea adalah salah satu anggota Majelis Besar ini, artinya dia merupakan tokoh terkemuka di lingkup bangsa Israel pada waktu itu. Yusuf Arimatea lebih dikenal oleh orang Kristen sebagai orang yang memiliki kubur yang dipakai untuk menguburkan Tuhan Yesus. Tetapi sebenarnya Alkitab memiliki catatan khusus tentang orang ini.

Selain tokoh terkemuka di dalam Majelis Besar, rupanya Yusuf Arimatea termasuk golongan orang yang kaya dalam hal materi (Matius 27:57). Orang ini rupanya sudah memutuskan untuk menjadi murid dari Tuhan Yesus, meskipun secara sembunyi-sembunyi (Yohanes 19:38). Alkitab mencatat Yusuf Arimatea sebagai “seorang yang baik lagi benar” (Lukas 23:50), “yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah” (Markus 15:43).

Menanti-nantikan (=prosdechomai) bukan sekedar tindakan menunggu, tetapi dengan sangat teguh dan sabar, hingga akhirnya menerima dan mempercayai. Kalau Alkitab menyebutkan “kedatangan Kerajaan Allah”, pada waktu itu sama artinya dengan kedatangan Mesias. Apa itu Kerajaan Allah? Tuhan Yesus sendiri. Karakter yang sama bisa kita temukan dalam diri Simeon, dan Hana, nabiah itu.

Pada awalnya, memang Yusuf Arimate menjadi murid Tuhan Yesus dengan sembunyi-sembunyi, tetapi saat dia meminta izin kepada Pontius Pilatus untuk menguburkan Tuhan Yesus, dia sedang meresikokan dirinya. Apalagi diketahui kemudian bahwa Tuhan Yesus dikuburkan di tanah miliknya. Saat ada kemungkinan penangkapan terhadap pengikut Yesus – yang mengakibatkan para rasul bersembunyi – Yusuf Arimatea akhirnya berani menunjukkan imannya. Sebuah proklamasi iman di dalam waktu kesesakan.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.