Bezaleel dan Aholiab: beribadah dalam potensi

Nama lengkapnya adalah Bezaleel bin Uri bin Hur, seorang dari suku Yehuda dan Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan. Dua nama ini disebut Alkitab dalam proses pembangunan Kemah Suci dan segala kelengkapannya. Hal ini bisa dibaca dalam Keluaran pasal 31, 36-38.

Ketika TUHAN memerintahkan untuk membangun sesuatu, Dia selalu memberikan detail dan ukuran yang pasti. Contohnya, waktu Tuhan memerintahkan Nuh membangun bahtera, ada detail ukurannya. Hal yang sama juga terjadi waktu Tuhan memerintahkan Musa untuk membangun Kemah Suci, setiap detail ukuran, bahan, dan bentuknya datang langsung dari Tuhan.

Di sinilah Bezaleel dan Aholiab, dua orang yang disebut Alkitab dipenuhi “dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan” yang memimpin dan mengajar “tim” pembangunan Kemah Suci. Kalau dalam bahasa saya, Tuhan Allah adalah Sang Arsitek, Musa adalah juru gambarnya, sedangkan Bezaleel dan Aholiab adalah mandor sekaligus pekerja.

Dua orang ini punya keahlian berbeda, sepertinya Bezaleel ahli dalam hal benda-benda berharga, dan perhiasan-perhiasan, termasuk ukiran-ukiran. Sementara Aholiab ahli dalam hal pembuatan perkakas-perkakas dan juga pakaian dan kelengkapan para imam dan orang Lewi. Tetapi, mereka sama-sama memberikan keahlian mereka itu untuk kemuliaan Tuhan.

Dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, kata ibadah menggunakan kata “latria” (=Yunani), salah satu contohnya adalah dalam Roma 12:1. Kata “latria” ini sesungguhnya berarti penggunaan semua potensi jasmani dan rohani seseorang untuk suatu tujuan atau maksud. Jadi beribadah yang sesungguhnya adalah saat kita menggunakan seluruh potensi yang kita miliki untuk kepentingan Tuhan sepenuhnya. Yah, seperti yang dikerjakan Bezaleel dan Aholiab itu.

Maka, umat Kristen sejati tidak beribadah di hari Minggu, kita beribadah sepanjang waktu, selama kita terus menggunakan segenap potensi kita untuk kepentingan Kristus Yesus sepenuhnya.

Anda ahli dalam bidang apa? Tuhan mau Anda beribadah kepada-Nya dengan keahlian itu. “Wah, saya ahli dalam pemrograman komputer! Bagaimana saya menggunakannya di gereja?”, mungkin Anda mengatakan hal itu. Siapa bilang beribadah harus di gereja? Rumah ibadah kita adalah di mana Tuhan tempatkan kita dengan potensi kita.

Kalau Anda guru, rumah ibadah Anda bisa jadi ada di sekolah, kampus, TK, playgroup. Kalau Anda pedagang, rumah ibadah Anda bisa jadi di pasar. Kalau Anda pegawai kantor, ya kantorlah tempat ibadah Anda. Adalah pemikiran yang dangkal dan sempit kalau anggapan kita yang disebut beribadah itu hanya di gereja.

Jadi, tolong berhenti mengucapkan selamat beribadah kepada saya di hari Minggu, karena saya dan Anda akan beribadah sepanjang waktu, di tempat manapun, selama kita menggunakan segenap potensi hidup kita bagi Dia, dan hanya untuk Dia. Selamat beribadah 🙂

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

5 thoughts on “Bezaleel dan Aholiab: beribadah dalam potensi

  1. yoan

    Ijinkan saya untuk share tulisan Bapak ya.. Hari2 ini saya sedang mendapatkan perenungan tentang Bezaleel dan Aholiab. Dan tulisan Bapak ini sungguh2 memberkati saya. Terima kasih Pak, Tuhan Yesus memberkati 🙂

    Reply
    1. martianuswb Post author

      Dipersilakan, dengan senang hati. Selamat beribadah dengan potensi Anda.

      Reply
  2. marco

    awesome ,terimah kasih ibadah anda memberkati saya.selamat melanjutkan ibadah anda.GBU

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.