Dari Simon menjadi Petrus: rasul yang pernah kerasukan iblis

Wow … ini tuduhan besar lho, mengatakan rasul Petrus pernah kerasukan iblis! Tunggu dulu, saya tidak sedang menuduh, saya menunjukkan apa yang dikatakan oleh Alkitab. Tapi sebelumnya, kita baca dulu ya Matius 16:13-20.

Di sini dicatat pernyataan Simon Petrus yang terkenal tentang Yesus. Petrus menyatakan bahwa “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!“. Pernyataan inilah yang menjadi dasar bagi Gereja. Perhatikan bahwa bukanlah Simon Petrus yang menjadi dasar Gereja, tetapi pernyataan ke-Mesias-an Kristus, dan ke-Allah-an Yesus, itulah yang menjadi dasar Gereja.

Saat Gereja menihilkan makna Yesus sebagai Mesias, dan saat Gereja berhenti menyembah dan menempatkan Kristus sebagai TUHAN, maka di situlah dasar Gereja hancur total, seluruh bangunan Gereja akan runtuh. Jika Gereja dan orang percaya tidak menempatkan Yesus Kristus sebagai TUHAN dalam posisi-Nya yang sebenarnya, sesungguhnya mereka sudah berhenti menjadi Kristen.

Sebagaimana rasul Petrus menyatakan hal ini, seharusnyalah kita dalam hidup kita menghidupi Kristus Yesus sebagai Mesias (Juruselamat) dan sebagai Tuhan.

Kisah ini kemudian berlanjut, karena sesudah waktu itu Tuhan Yesus mulai mengajarkan tentang penderitaan dan kematian-Nya. Tetapi Petrus, yang mengatakan bahwa DIA adalah Mesias, kemudian berseru, “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.“. Mendengar hal ini, seketika itu juga Tuhan Yesus berseru, “Enyahlah Iblis!“.

Apa yang salah dengan pernyataan Petrus? Bukankah di dalamnya terkandung kebaikan dan kasih? Pernyataan yang bukan pikiran Allah — sebaik apapun — adalah pikiran setan. Kalau kita berpikir bahwa kerasukan iblis itu berarti berteriak-teriak, gulung-gulung, memukul ke sana kemari, dari mulut keluar buih; itu hanyalah iblis kelas rendahan.

Ada yang mengatakan kalau orang Kristen itu tidak bisa kerasukan iblis; lha kalau ini apa coba? Bukankah ini buktinya bahwa tidak seorang pun kebal terhadap iblis. Lihat lho, orang ini 24 jam sehari, 7 hari seminggu di dekat Yesus; dia orang yang sama yang mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Iblis level tinggi itu merasuki orang di pikirannya, hati-hati!

Jangan-jangan kita ini orang yang ikut pelayanan pelepasan di mana-mana, tetapi ternyata kita juga kerasukan iblis. Apa ndak bahaya itu? Orang yang kelihatannya dekat dengan Yesus tidak menjamin dia punya pikiran Allah di dalamnya.

Apa pelajaran hari ini? Jangan sok rohani, jangan sok kebal iblis, kita mungkin tidak menunjukkan manifestasi fisik kerasukan setan, tetapi siapa bisa tahu kalau pikiran kita sudah dirasuki pikiran iblis. Kenali Tuhan kita, bergaul karib dengan Dia, jangan hanya kelihatan seperti murid Kristus, isi pikiran kita dengan pikiran Allah; punyai hidup yang sepikiran dengan Kristus.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Dari Simon menjadi Petrus: rasul yang pernah kerasukan iblis

  1. Pingback: Batu sandungan bagi Yesus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.