Zaman Nuh dan zaman Lot (kondisi akhir zaman)

Baca : Lukas 17:27-30

zaman Nuh - zaman Lot

Di bacaan kita di atas, kita temukan bahwa Tuhan Yesus sendiri menyebutkan bahwa di akhir zaman nanti, saat Dia datang untuk kedua kalinya, dunia akan seperti zaman Nuh dan seperti zaman Lot.

Jika kita membaca Alkitab dengan baik, kita akan tahu bagaimana zaman Nuh itu sebenarnya. Berdasarkan kitab Kejadian pasal 6 kita bisa melihat bahwa di zaman itu kejahatan manusia begitu besarnya, bahkan dikatakan keinginan hati manusia selalu membuahkan kejahatan. Inilah juga yang terjadi di akhir zaman, kejahatan manusia berada di titik klimaks, standar moral akan merosot begitu jauh.

Tuhan Yesus juga mengatakan kalimat, “mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan“, apa artinya ini? Orang yang mengaku Kristen yang akan dibinasakan terjebak dalam urusan-urusan duniawi dan mengejar kenikmatan-kenikmatan duniawi. Orang-orang Kristen yang seperti ini akan dibinasakan oleh Allah, sebagaimana Dia membinasakan manusia di zaman Nuh dengan air bah.

Pada zaman Lot, kita melihat bagaimana Allah sendiri mendengar tentang begitu beratnya dosa manusia (Kejadian 18:20-21). Inilah juga yang terjadi di akhir zaman, dosa menjadi hal yang wajar dilakukan dan didengar. Di sini Tuhan Yesus juga mengatakan “mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun“. Selain mengatakan tentang ikatan duniawi, orang akan semakin mengejar keuntungan dan berkat. Gereja dan orang Kristen mulai dijerat oleh keuntungan-keuntungan dunia, keinginan untuk membangun pelayanan yang “megah” di hadapan dunia. Berhati-hatilah wahai segenap Tubuh Kristus!

Tetapi di sini kita juga menemukan petunjuk supaya kita tidak dibinasakan, tetapi diselamatkan sebagaimana Nuh “disisihkan” dari kebinasaan air bah, dan sebagaimana Lot “dikhususkan” dari kebinasaan hujan api dan hujan belerang.

Kita harus hidup sebagaimana Nuh hidup berbeda dengan manusia sezamannya. Alkitab menyebutkan bahwa kita harus hidup “benar, tidak bercela, dan bergaul dengan Allah” (Kejadian 6:9). Sementara dari hidup Lot kita harus meneladani bagaimana dia tidak mau hidup seperti orang-orang di sekelilingnya dan memilih menderita hidup sebagai orang benar (2 Petrus 2:7-8)

Jika dunia ini semakin hanyut dalam dosa dan kejahatan yang besar, seorang Kristen sejati harus tetap hidup benar dan tidak bercela. Jika banyak orang semakin mencari berkat-berkat duniawi, dan mengejarnya habis-habisan, seorang Kristen sejati harus siap menderita untuk mengejar berkat-berkat yang surgawi. Maka kita akan bersama-sama dengan Dia saat Anak Manusia itu menyatakan diri-Nya.

AMIN!

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.