Roh Izebel

      No Comments on Roh Izebel

Tulisan ini berawal dari pertanyaan seorang sahabat mengenai roh Izebel atau wanita Izebel. Sebenarnya saya pernah dengar juga, tetapi belum pernah menyelidiki secara seksama. Setelah belajar dari sana dan sini, muncul deh tulisan ini. Eh, belum tahu yang namanya Izebel, coba deh buka 1 Raja-raja 18-21 dan Wahyu 2:20-23. Di sana Alkitab menegaskan bahwa Gereja harus waspada terhadap wanita Izebel ini.

Mengapa disebut roh Izebel? Meskipun disebut sebagai “wanita” tetapi banyak pemerhati Alkitab yang percaya bahwa karakteristik Izebel ini juga bisa nampak di dalam diri seorang laki-laki. Kalaupun Alkitab menyebutnya sebagai wanita, roh Izebel ini tidak hanya eksklusif pada wanita saja. Ini adalah roh yang sangat merusak Gereja, khususnya Gereja di akhir zaman.

Apa saja manifestasi roh Izebel ini yang harus kita waspadai?

  1. Penyembahan berhala
  2. Pelumpuhan pelayanan profetik yang murni
  3. Intimidasi, menyebarkan ketakutan
  4. Sihir, klenik, kuasa gelap
  5. Imoralitas seksual

Sementara ciri-ciri dari orang yang dikuasi roh Izebel antara lain:

  • Terus menerus bersaksi tentang diri mereka sendiri melalui “wahyu“ yang mereka dapat. Penonjolan diri lebih terekspose dibanding Roh Allah yang memberi inspirasi.
  • Sering mencari pengakuan yang terus menerus; mereka berusaha agar dirinya disebut di atas hamba, dan apabila keinginannya tidak terpenuhi maka dia akan menjaga jarak dan menjauh.
  • Berusaha untuk dekat dengan para pemimpin, biasanya melalui kata-kata manis atau nubuatan-nubuatan yang hebat-hebat. Menyenangkan hati pemimpin menjadi yang utama dibanding menyenangkan hati Tuhan, dia berpikir dengan jalan demikian akan mengangkat posisinya dalam karir.
  • Jarang menginginkan kedudukan otoritas, namun berusaha menjadi pemegang kekuasaan di balik layar. Trik-trik tersembunyi merupakan senjata andalannya untuk melumpuhkan persekutuan Tuhan.
  • Biasanya menyerang anggota-angota yang paling lemah dalam gereja adan akan mulai memperbudak mereka secara rohani dengan ucapan-ucapan manis dan rohani yang mengelabui.
  • Menggunakan budak rohani mereka sebagai penyebar fitnah, ketidakpuasan dan perpecahan. Kekecewaannya dia beberkan pada budak rohaninya, sehingga secara tidak langsung mereka yang mendengarkannya akan ikut kecewa dan kepahitan.
  • Sering berusaha menjadi perantara dan kemudian mengendalikan pihak-pihak yang telak mereka jembatani. Jerih payahnya yang dilakukan sebagai mediator dimanfaatkan menguasai mereka yang ditolong/dijembatani.
  • Kebanyakan dari mereka memiliki pasangan yang lemah (seperti Ahab) namun akan menyatakan bahwa mereka sangat kuat, rohani dan bertalenta besar.
  • Mencuri nubuatan-nubuatan orang lain untuk membuat diri mereka tampak lebih hebat/sempurna.
  • Biasanya merasa teraniaya, berbagai kesulitan dalam melayani dibeberkan seola-olah membuktikan bahwa dia adalah seorang martir.
  • Sering berdalih dan sukar mengakui dosa yang diperbuat.
  • Biasanya berorientasi pada kerja, sering puasa dan doa, namun motivasi keliru dengan maksud agar dianggap rohani.
  • Banyak memiliki kepahitan, khususnya terhadap figur otoritas.
  • Sering memiliki penalaran yang keliru, yang diselubungi dengan kerohanian palsu yang menyiratkan bahwa hanya orang-orang yang rohanilah yang dapat memahami mereka.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.