Prinsip Doa Satu Jam: Doa Yang Menguatkan Roh

Hari Kamis malam yang lalu, saya dihubungi guru agama Kristen sebuah SMA di kota Solo untuk berkhotbah di Persekutuan Siswa Kristen pada hari Jumatnya. Tema yang diberikan adalah “Membangun Roh di Dalam Kehidupan Doa”. Sepanjang malam itu, saya berusaha mempersiapkan apa yang akan saya sampaikan di khotbah itu. Sempat terpikir bahwa saya akan berkhotbah tentang berdoa di dalam roh. Tetapi sepanjang saya berdoa dan berdoa, saya rasa bukan itu yang Tuhan kehendaki saya sampaikan. Karena malam itu tidak menemukan apa yang saya akan khotbahkan, saya kemudian tidur dengan iman bahwa Roh Kudus pasti berbicara keesokan harinya.

Dan benar, Roh Kudus sungguh berbicara dengan kesan yang kuat di hati saya tentang apa yang harus saya sampaikan di khotbah siang hari itu. Yaitu, sebuah prinsip doa satu jam. Bagi banyak orang percaya, doa satu jam bukan lagi hal yang aneh dan sukar. Saya juga melakukannya selama ini, cuma hingga hari itu saya mengerjakannya sebatas karena itu ada di Alkitab, itu difirmankan oleh Tuhan Yesus, maka saya tunduk melakukannya. Saya belum menangkap makna rohani yang ternyata begitu dalam terkandung, saya belum menangkap manfaat ilahi yang luar biasa di dalam doa satu jam itu. Meskipun saya cukup menyesal butuh waktu sekian belas tahun untuk menangkap kebenaran ilahi itu, tetapi saya dengan senang hati membagikannya juga kepada Anda.

Rasul Paulus di dalam 2 Korintus 4:16-18 menyatakan demikian “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal”. Perhatikan pernyataan mengenai “manusia batiniah” dan “manusia lahiriah”. Kedua hal ini ada di dalam hidup kita sepanjang kita masih bernyawa hidup di bumi ini. Jika Anda membaca Yohanes 6:63; Roma 8:5-13; Galatia 3:3-4; 5:16-17, kita akan menemukan bagaimana Alkitab menyebutkan tentang “roh” dan “daging”.

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” (Roma 8:7-8). “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.” (Galatia 5:16-17). Ayat-ayat di atas menunjukkan dengan jelas bahwa roh dan daging berseteru satu sama lain. Daging tidak dapat takluk kepada hukum Tuhan, maka jika kita tidak mudah taat kepada kehendak Allah, sesungguhnnya daging kita lebih dominan daripada roh kita. Bagaimana supaya roh kita lebih kuat dari daging kita? Tuhan Yesus memberikan jawabannya.

Silakan baca Matius 26:36-46 dan Markus 14:32-42! Di sana kita menjumpai pernyataan Tuhan Yesus seperti ini, “… Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”. Tuhan Yesus tahu benar bahwa roh kita penurut, tetapi daging lemah. Bagaimana supaya roh kita lebih kuat? Berdoa satu jam!

Berdoa satu jam bukan tentang doa yang dijawab atau tidak dijawab, karena pada kenyataannya doa Tuhan Yesus waktu itu tidak dikabulkan oleh Bapa. Tetapi perhatikan pada waktu Tuhan Yesus masuk ke taman Getsemani, ada perasaan takut, sedih, gentar, mau mati, dan setelah berdoa, roh Tuhan Yesus dikuatkan yang memampukan-Nya tunduk sepenuhnya kepada kehendak Bapa.

Kalau saya dan Anda mau roh kita bertumbuh semakin kuat, lebih kuat daripada daging kita, sehingga kita mudah tunduk dan takluk kepada Allah, mari belajar berdoa satu jam!

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.