Mendapatkan kasih dan penghargaan Allah dan manusia

Dulu ada kebiasaan di awal tahun mengambil satu kartu ayat. Tahun 2008 atau 2009, saya mendapatkan ayat ini.

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu[1]

Tapi ya berhenti sampai di situ. Terima kartu ayat, diberkati oleh ayat itu, dan berkata Amin. Lihat di Alkitab pun tidak. Baru di Desember kemarin, terantuk kembali dengan ayat ini dan satu ayat di bawahnya rupanya ada kebenaran yang indah.

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.[2]

Selama ini saya mengejar perkenanan Tuhan, rupanya kuncinya sudah diberikan-Nya. Untuk mendapatkan kasih dan penghargaan dari Tuhan itu kuncinya adalah jangan meninggalkan kasih dan kesetiaan. Bonusnya, mendapatkan kasih dan penghargaan dari manusia.

Kecenderungan kita untuk puas di satu ayat, seringkali membuat kita kehilangan berkat utuh dari kebenaran. Khotbah selalu mengkhotbahi pengkhotbahnya: Jangan berhenti di satu ayat!

Never let loyalty and kindness leave you! Tie them around your neck as a reminder. Write them deep within your heart. Then you will find favor with both God and people, and you will earn a good reputation.[3]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Amsal 3:3
  2. [2]Amsal 3:3-4
  3. [3]Proverbs 3:3-4 – New Living Testament

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.