Metamorfosis bukan sekedar perubahan jasmani

Ini hari, Minggu, 15 Februari 2015 dalam kalender gereja diperingati sebagai Minggu Transfigurasi. Tahun lalu saya pernah menuliskan renungan Minggu Transfigurasi di tautan ini.

"RanaTemporariaLarvaFinalStage" by Viridiflavus - Own work. Licensed under CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons - http://commons.wikimedia.org/wiki/File:RanaTemporariaLarvaFinalStage.JPG#mediaviewer/File:RanaTemporariaLarvaFinalStage.JPG

“RanaTemporariaLarvaFinalStage” by Viridiflavus – Own work. Licensed under CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons – http://commons.wikimedia.org/wiki/File:RanaTemporariaLarvaFinalStage.JPG#mediaviewer/File:RanaTemporariaLarvaFinalStage.JPG

Secara umum transfigurasi disamakan dengan transformasi atau perubahan, yang setara dengan kata metamorphoo di dalam Roma 12:2.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah (Yunani: metamorphoo) oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 

Apa yang saya temukan adalah selama ini jika berbicara tentang metamorfosis yang banyak ditunjukkan oleh para pengkhotbah – termasuk juga saya – adalah kupu-kupu. Mengapa kupu-kupu? Kita tertarik dengan kupu-kupu karena metamorfosisnya dari bentuk yang tidak indah menjadi sebuah organisme yang begitu cantik. Padahal bukan hanya kupu-kupu yang mengalami metamorfosis. Ingat pelajaran IPA atau Biologi waktu sekolah dulu – atau bisa juga googling – hampir semua serangga dan hewan amfibi mengalami metamorfosis, bahkan beberapa spesies ikan tertentu juga mengalami metamorfosis.

Jangan sampai kita terjebak bahwa metamorfosis yang dimaksudkan oleh rasul Paulus – karena contoh kupu-kupu – adalah perubahan jasmani belaka. Saya menemukan beberapa definisi dari metamorfosis secara biologis yang indah dan dalam maknanya terutama dalam kehidupan kekristenan kita.

a major change in the form or structure of some animals or insects that happens as the animal or insect becomes an adult[1]

Metamorphosis is the process in which an animal undergoes a noticeable changes … as it moves from one stage of its life to another.[2]

Some … undergo metamorphosis, which is usually accompanied by a change of habitat or behavior.[3]

Sebagaimana yang pernah saya tuliskan di tautan ini, metamorfosis adalah perubahan kedewasaan – dari satu fase ke ke fase berikutnya – dari kanak-kanak menjadi dewasa. Rasul Paulus menyatakan bahwa metamorfosis orang Kristen hanya bisa terjadi melalui pembaharuan budi, bukan “pameran fisik”. Pembaharuan (Yunani: anakainosis) oleh Thayer’s Greek Definitions dimaknai sebagai complete change for the better – perubahan seutuhnya supaya lebih baik. Pembaharuan budi inilah yang kemudian memicu peribahan tingkah laku (behavior) yang pada akhirnya mengubah seluruh keberadaan hidup kita sehingga dimampukan hidup dalam kehendak Allah.

Maka, pertanyaannya adalah apakah kita sudah menjadi orang Kristen yang bermetamorfosis hingga pada akhirnya nanti mencapai fase hidup seperti Kristus?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Merriam-Webster Dictionary
  2. [2]Animal Facts
  3. [3]Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.