Tafsiran berlebihan atas tanda-tanda akhir zaman; sebuah pengalihan isu

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”[1]

Saya menemukan dalam lima tahun terakhir ini ada kecenderungan tema-tema khotbah dan pengajaran yang menjadi idola gereja. Tema-tema yang begitu digandrungi, menarik untuk dikupas, dan begitu sering diajarkan kepada orang Kristen, salah satunya adalah tema akhir zaman. Khususnya pada bagian tanda-tanda akhir zaman.

Saya mengamati banyak pengkhotbah, pengajar, dan tulisan-tulisan begitu senang mengotak-atik tanda-tanda akhir zaman ini. Tanda-tanda yang dituliskan oleh Alkitab ditafsirkan berbagai macam, untuk menunjukkan bahwa akhir zaman sudah sangat-sangat dekat, dengan alasan supaya umat berjaga-jaga.

Tentu saja adalah hak mereka untuk mengajarkan hal itu, tetapi peringatan akan dekatnya akhir zaman itu sudah ada sejak masa gereja perdana kan. Artinya, sudah sepanjang masa Alkitab memperingatkan Gereja akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Dan bagi saya, seharusnya peringatan Alkitab itu sudah cukup, tidak perlu ditambahkan dengan tafsiran-tafsiran yang tidak jelas, dan cenderung melebih-lebihkan.

Jangan salah, saya mempercayai bahwa Tuhan Yesus akan datang untuk yang kedua kali. Saya sangat mempercayai bahwa waktu kedatangan-Nya sudah sangat sangat dekat. Tetapi saya juga tidak berlebihan saat menuliskan judul di atas, “sebuah pengalihan isu”. Mengapa? Karena ada hal yang jauh lebih penting daripada sekedar memperhatikan tafsiran-tafsiran yang berlebihan atas tanda-tanda akhir zaman. Ada isu dan amanat yang jauh lebih penting.

“You don’t get to know the time. Timing is the Father’s business” – Acts 1:7 (The Message)

Perhatikan kutipan ayat-ayat di atas! Ketika para murid menanyakan waktu pemulihan Israel yang menandai akhir zaman, jawaban Tuhan Yesus sungguh berbeda. “Jadilah saksi-Ku, kapan waktunya bukan urusanmu”, kira-kira seperti itulah saya membahasakannya. Saksi dalam bahasa Yunani, martus, menunjukkan sebuah makna yang luar biasa, “those who after His example have proved the strength and genuineness of their faith in Christ – even – by undergoing a violent death”. Dari kata martus inilah kemudian muncul istilah martir.

Saya selalu mengatakan hal ini, bagi mereka yang setia berjaga-jaga, mau Tuhan Yesus datang hari ini atau seratus tahun lagi, mereka tetap siap. Orang Kristen, jangan mau dialihkan dari hal yang penting ini. Berjaga-jaga dengan hidup dalam keteladanan Kristus, memperagakan orisinalitas dan kekuatan iman kita kepada Kristus, meskipun harus melewati penderitaan yang mengerikan. Itulah tugas kita di waktu yang mendesak ini.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Kisah Para Rasul 1:6-8

2 thoughts on “Tafsiran berlebihan atas tanda-tanda akhir zaman; sebuah pengalihan isu

  1. Pingback: Yang (ter)lupa di Pentakosta | Martianus' Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.